Pendaftaran KPPS di Pilwali Kota Pasuruan Sepi Peminat

Royce Dianasari – Ketua KPU Kota Pasuruan. [Hilmi Husain/Bhirawa]

Pasuruan, Bhirawa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan harus ekstra bekerja keras dalam perekrutan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pilwali Kota Pasuruan.

Pasalnya, perekrutan petugas KPPS sepi peminat. Pemicunya adalah masyarakat takut dirapid test. Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Dianasari mengakui bahwa perekrutan petugas KPPS sepi peminat. Sedianya, tahapan pendaftaran KPPS sesuai jadwal ditutup Selasa (13/10) kemarin. Dari hasil rekapitulasi di akhir masa pendaftaran, terdapat kekurangan sebanyak 1.000 pendaftar.

“Tidak seluruhnya takut di rapid test. Memang ada beberapa yang tidak mau ikut karena faktor pekerjaan. Tapi salah satu faktornya ada yang bilang, waduh wajib di rapid test,” ujar Royce Dianasari, Rabu (14/10).

Menurutnya, saat ini KPU memerlukan 3.213 orang KPPS untuk mengisi 357 TPS yang tersebar di empat kecamatan Kota Pasuruan. Dalam menindaklanjuti kekurangan itu, KPU tengah memperpanjang masa pendaftaran selama lima hari ke depan.

“Mantan-mantan KPPS kami dorong untuk mengikuti lagi. Kami juga memperpanjang masa pendaftaran selama lima hari,” kata Royce Dianasari.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak takut di rapid test untuk mendaftar menjadi KPPS. Karena itu merupakan bagian ikhtiar agar gelaran Pilwali Pasuruan 2020 tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi menjadi petugas KPPS. Adapun syaratnya adalah umur pendaftar minimal 20 sampai 50 tahun,” urai Royce Dianasari.

Melihat perkembangan saat ini, beberapa masyarakat sudah memanfaatkan waktu perpanjangan lima hari ini untuk mendaftar. Namun, KPU belum merekap. “Data mulai bergerak, atau sudah masuk sekitar separuh hasil rekapan pendaftaran hari ini,” terang Royce Dianasari. [hil]

Tags: