Pendaftaran Peserta Didik Baru Jalur Khusus Kota Probolinggo Dibuka Lebih Awal

Salah satu sekolah dikota Probolinggo legang. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Pemkot Probolinggo memajukan jadwal PPDB Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Probolinggo untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) jalur anak berkebutuhan khusus (ABK), jalur kepindahan tugas orang tua, dan jalur prestasi.
Pendaftaran khusus jalur ABK dan jalur kepindahan tugas orang tua digelar secara offline. Artinya, calon peserta didik harus datang langsung ke sekolah untuk mendaftar. Sedangkan, jalur prestasi bisa mendaftar secara online. Masa pendaftaran ini digelar mulai 8-12 Juni dan hasilnya akan diumumkan pada 19 Juni 2020.
Sedangkan, pendaftaran reguler akan digelar secara online. Masanya akan dibuka pada 22-26 Juni dan hasilnya akan diumumkan pada 27 Juni.
PPDB untuk TK menggunakan pendaftaran offline tanpa menggunakan sistem zonasi. Sedangkan, untuk jenjang SD dan SMP ada beberapa jalur yang dilakukan secara offline dan online.
“Untuk yang online adalah jalur zonasi dan jalur prestasi,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto, Senin (15/6).
Budi mengatakan, ada beberapa jalur dalam PPDB. Seperti jalur prestasi, jalur zonasi, jalur kepindahan tugas orang tua, jalur ABK, dan jalur pemenuhan pagu.
“Jalur ABK dan jalur kepindahan tugas orang tua, pendaftarannya dilakukan secara offline. Termasuk jalur untuk siswa kabupaten yang akan bersekolah di Kota Probolinggo,” jelasnya.
Untuk jalur prestasi juga dilakukan pekan ini, namun secara online. Jalur prestasi ini bisa mengacu pada prestasi nonakademik, seperti dari kegiatan lomba maupun prestasi akademik yang ditunjukkan dari nilai sekolah.
“Jalur prestasi ini hanya untuk jenjang SMP. Bisa mengacu pada nilai sekolah dengan rata-rata minimal 87,5. Bisa juga melalui prestasi nonakademik,” ujarnya.
Budi menyarankan bagi yang melalui jalur prestasi siswa mendaftar di sekolah yang memiliki prioritas pengembangan prestasinya. Dengan masuk ke sekolah yang ada kegiatan pembinaan prestasinya, kata Budi, prestasi siswa tersebut akan semakin terasah.
Lebih lanjut diatakannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo memastikan telah menyiapkan skema penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal. Itu, jika kegiatan pendidikan dibuka kembali. Namun, skema ini masih menunggu keputusan wali kota.
“Kami sudah siap skenario pembelajaran tatap muka bila disetujui Gugus Tugas yaitu Bapak Wali Kota. Selama ini pelaksanaan kegiatan kenaikan kelas, kelulusan siswa, maupun PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) semua dilakukan secara online,” ujar Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Moch. Maskur, Senin (15/6).
Untuk pembagian rapot bagi siswa SD diatur secara bergelombang dengan mengikuti protokol kesehatan. Sedangkan, rapotan siswa SMP telah dilakukan secara online. “Rapot SMP sudah online,” ungkapnya.
Ada beberapa skenario yang disiapkan Disdikbud Kota Probolinggo untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan situasi new normal. Di antarnya, setiap peserta didik dan guru wajib menggunakan masker dan mempersiapkan alat pendukung sesuai protokol kesehatan. Seperti hand sanitizer, wastafel di masing-masing kelas, disinfektan, dan thermo gun, paparnya.
Kantin sekolah akan ditutup karena selama proses belajar mengajar jam istirahat ditiadakan. Serta, mempersiapkan jarak meja dan kursi siswa sampai 1,5 meter. Di samping itu, proses belajar mengajar juga dilakukan bergelombang dalam sehari hanya diikuti lima siswa. Diperkirakan, dalam seminggu seorang siswa hanya menjalani proses belajar mengajar 2 kali pertemuan, tambahnya. [wap]

Tags: