Pendidik Adalah Profesi yang Keren

Krismasita Surya Putri

Krismasita Surya Putri
Usia muda bukan menjadi halangan menjadi seorang dosen. Justru hal ini menjadi tantangan untuk bisa menyampaikan pembelajaran dengan baik kepada para mahasiswa. Inilah yang ditanamkan Krismasita Surya Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dosen termuda Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) yang baru mengajar enam bulan terakhir ini tak menyangka diusianya yang 23 tahun ini sudah dipercaya menjadi dosen.
Meski begitu, Krisma mengaku jika semua hal yang menjadi keinginannya harus terprogres dengan komitmen yang tinggi. Ini dibuktikkan saat Krisma masih berusia anak-anak dan bercita-cita menjadi guru.
“Dari kecil mainan saya guru-guru an. Kemudian saya rasakan saat sekolah saya sering menjadi tutor, dan itu hal yang menyenangkan. Saya berpikir bahwa passion saya ini mengajar,” katanya menceritakan masa kecil.
Menurut perempuan yang lahir di Samarinda, 10 Desember 1997 ini menjadi pendidik adalah profesi yang paling keren. Lebih lagi jika melihat jenjang karir guru secara terprogres.
“Sosok yang saya kagumi dari kecil para guru saya,” katanya.
Krisma yang hobby membaca ini hanya butuh waktu 6 tahun untuk menyelesaikan jenjang S1 dan S2 nya. Kedua pendidikan itu diselesaikan Krisma di Fakultas Psikologi Ubaya.
Diceritakan Krisma, di awal dia mengajar dan dipercaya menjadi dosen sempat mengalami ketakutan. Sebab, usianya tak jauh berbeda dengan para mahasiswanya. Namun, ketakutan itu tak bertahan lama. Karena realitanya para mahasiswa justru lebih dekat dengan para dosen muda.
“Tidak ada pandangan dosen muda tidak kompeten dari mereka, Mereka sangat respek dengan saya dan lebih terbuka untuk sharing,”ujarnya yang juga dierbantukan di Pusat Konsultasi dan Layanan Psikologi Ubaya.
Meski begitu, ia juga mengaku jika mengatur managemen kelas menjadi kesulitan bagi dia. Lebih lagi mahasiswa mempunyai berbagai karakteristik.
“Semua termasuk saya juga mengalami itu. Jadi saya punya strategi khsusus, lebih pendekatan personal,” urainya.
Dengan berbagai capaian yang terprogres ini, Krisma mengungkapkan jika ia berhasil memberanikan diri sendiri untuk mengambil langkah-langkah kecil. Pasalnya ia merupakan pribadi pendiam dan pemalu.
“Ketika awal masuk S1 adaptasi susah banget. Awal-awal banyak yang mandang saya mahasiswa yang susah beradaptasi dengan baik. Saya sadar jika hal ini Tidak bisa mencapai yang saya inginkan. Titik balik saya saat ada rekrutmen perwakilan dewan mahasiswa di semester 3 dan 4. Akhirnya ikut jadi asdos dan olimpiade nasional psikologi. Saya juga lebih save awareness jadi saya harus berjuang dalam hal ini,” jabarnya. Kedepan, Krismas berharap bisa menempuh pendidikan doktor hingga profesor dan bisa menyelesaikan pendidikan di luar negeri. [ina]

Rate this article!
Tags: