Pengacara Tulungagung Laporkan Pemberitaan Hoax di Media ke Polisi

Hery Widodo menunjukkan foto perbandingan yang sebenarnya dan yang telah diduga direkayasa usai melapor di SPKT Mapolres Tulungagung, Jumat (5/8).

Tulungagung, Bhirawa.
Pengacara asal Tulungagung, Hery Widodo, melaporkan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung, Nyadin, ke Polres Tulungagung. Ia melaporkan Nyadin karena diduga telah melakukan perbuatan curang dan penyebaran berita bohong (hoax) serta menyesatkan informasi elektronik.

“Kami melaporkan atas pemberitaan di media sosial tanggal 25 Juli 2022 dan pemberitaan di media cetak (lokal Tulungagung) tanggal 26 Juli 2022. Di situ ada gambar Bupati (Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo) bersama Ketua Dekopin Pusat (Sri Untari Bisowarno) menerima penghargaan Kepala Daerah Peduli Koperasi. Padahal yang kami ketahui yang mewakili penerimaan penghargaan itu Wakil Bupati Tulungagung,” ujar Hery Widodo usai melapor di SPKT Mapolres Tulungagung, Jumat (5/8).

Menurut dia, dengan beredarnya berita hoax tersebut, Nyadin telah melanggar pasal 380 ayat (1) angka 1 KUHP serta pasal 28 ayat (1) juncto pasal 45A ayat (1), pasal 35 juncto pasal 51 ayat (1) dan pasal 36 juncto pasal 51 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hery menyebut melaporkan Nyadin karena sudah ada klarifikasi terkait dugaan penyebaran berita hoax tersebut dan itu mengarah pada yang bersangkutan. “Pihak media cetak sudah mengakui itu foto rekayasa dan itu dibuktikan chat mereka dengan Ketua Dekopinda. Mereka (pihak media) mendapatkan itu semua (narasi dan foto) dari Ketua Dekopinda Tulungagung karena sebagai iklan,” ucapnya.

Selanjutnya Hery menandaskan meski sudah ada klarifikasi dari Dekopinda Kabupaten Tulungagung dan koreksi dari media cetak yang bersangkutan, dirinya sebagai konsumen yang dirugikan tetap melapor pada Polres Tulungagung. Apalagi dalam klarifikasinya, Dekopinda Kabupaten Tulungagung menyatakan foto tersebut asli yang diambil tersendiri kemudian disandingkan dengan Ketua Dekopin Pusat.

“Saya ini penikmat produk jurnalistik. Kalau saya melihat produk jurnalistik tidak sesuai sebenarnya saya tentu dirugikan. Kalau pun kemudian alasannya (foto) disandingkan untuk ilustrasi saja apa itu boleh di jurnalistik,” tanyanya.

Sementara itu, Nyadin ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya tampak enggan menanggapi lebih jauh pelaporan atas dirinya pada polisi. Ia hanya menyebut masih berada di luar kota dan belum bisa memberikan statemen. Terlebih ia pun beralasan belum tahu apa isi dari laporan ke polisi itu. (wed.hel).

Tags: