Pengajuan Naik 50 Persen, Sejumlah Kampus Buat Kebijakan Keringanan UKT

Surabaya, Bhirawa
Sejumlah perguruan tinggi di Surabaya memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama pandemi Covid-19. Pengajuan keringan UKT mengalami kenaikan selama pandemic Covid-19.
Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) misalnya, keringanan tersebut berbentuk penyesuaian. Mahasiswa bisa membayar UKT sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.
Wakil Rektor 3, Agus Harianto Unesa menuturkan sesuai keputusan Rektor melalui surat edaran selama pandemi, mahasiswa akan mendapatkan penyesuaian UKT. Mereka cukup melakukan pengajuan berkas.
“Jika sesuai dengan kondisinya, maka dia akan diberikan penyesuaian pembayaran sesuai dengan kemampuan sosial ekonomi orang tua. Jadi kita tidak mematok besarannya berapa. Keringanan sesuai dengan kemampuannya. Bukan semacam pengurangan diskon,” ungkap Agus kepada Bhirawa, Selasa (23/6).
Hal tersebut juga berlaku bagi mahasiswa yang sedang program skripsi di semester sebelumnya namun belum lulus karena terdampak Covid-19. Maka pada semester depan pengambilan prhram skripsi akan dibebaskan UKT.
“Jadi memang harus mengajukan berkas sesuai dengan kondisi nya dan ekonomi nya. Baru akan di validasi oleh kampus. Karena kita tidak tahu mana yang terdampak dan tidak dan kita siapkan tim survey untuk ini,” pungkasnya.
Hal yang sama juga dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Keputusan Rektor memberikan keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa ITS untuk semester Gasal tahun akademik 2020/2021.
“Kami menduga banyak mahasiswa yang terpengaruh (secara ekonomi) dengan adanya wabah pandemi (Covid-19) ini,” ujar Wakil Rektor II (Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sarana Prasarana) ITS, Mas Agus Mardiyanto.
Kebijakan ini dilatari dari banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pekerja harian juga tidak bisa mendapatkan penghasilan, bahkan pengusaha di berbagai sektor juga mengalami penurunan omzet yang signifikan.
“Sehingga keputusan yang dibuat ITS ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, khususnya yang terpengaruh pandemi Covid-19,” tandasnya.
Dosen Teknik Lingkungan ini juga menjelaskan, pemberian keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana ini merupakan perpanjangan dari kebijakan banding UKT. Namun, bedanya pemberian keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa ini terbagi atas empat bentuk.
Pertama, subsidi berupa beasiswa bebas UKT untuk kelompok mahasiswa yang hanya menyelesaikan Tugas Akhir/Tesis/Disertasi. Bentuk ini ditujukan kepada para mahasiswa yang seharusnya bisa lulus dan wisuda di periode bulan September 2020 mendatang.
Terkait, pemberian keringanan pembayaran UKT dilakukan melalui pengajuan dari mahasiswa yang bersangkutan dengan dilampiri keterangan dosen pembimbing dan Kepala Departemen bahwa Tugas Akhir/ Tesis/ Disertasi yang bersangkutan telah mencapai 60 persen beserta dokumen-dokumen terkait.
“Khusus untuk disertasi, keterangan dosen pembimbing harus menjelaskan dengan rinci bahwa penyelesaian disertasi tertunda benar-benar karena wabah Covid-19,” imbuhnya.
Kedua adalah subsidi berupa beasiswa bebas UKT untuk kelompok mahasiswa dengan UKT Kategori 1 yakni Rp 500.000 per semester dan tidak sedang menerima beasiswa. Menurut Mas Agus, hal ini dilakukan karena mahasiswa yang masuk kategori ini dari awal kuliah orangtuanya tergolong berpenghasilan rendah. Sehingga untuk meringankannya, maka UKT akan secara langsung dibebaskan tanpa pengajuan.
Sedang jenis yang ketiga dan keempat adalah subsidi penyesuaian dan angsuran pembayaran UKT untuk kelompok lainnya berdasarkan permohonan. Penyesuaian besaran UKT yang harus dibayar akan mengalami perubahan kategori menjadi kategori di bawahnya satu level atau lebih.
“Misalkan dari level UKT kategori enam menjadi kategori lima,” bebernya. Sedang maksud dari subsidi untuk angsuran pembayaran adalah adanya penundaan pembayaran.
“Besaran UKT tetap sama, namun bisa dibayar mundur atau diangsur sampai dengan satu semester,” ucapnya.
Ditambahkan Agus, meskipun orang tua mahasiswa untuk kelompok lainnya secara ekonomi mampu, namun karena adanya pandemi menyebabkan adanya penurunan penghasilan. “Maka mereka diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan penyesuaian atau penundaan pembayaran UKT,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pemberian keringanan pembayaran UKT dapat dilakukan melalui permohonan yang diajukan kepada Wakil Rektor II dengan dilengkapi surat pernyataan penurunan kemampuan ekonomi akibat terdampak pandemi Covid-19 dengan menyertakan slip gaji dari perusahaan/institusi sebelum dan sesudah masa pandemi yang ditandatangani oleh bendahara perusahaan institusi, surat keterangan penghasilan sebelum dan sesudah masa pandemi yang ditandatangani oleh Ketua RT/RW, surat PHK hingga bukti lain yang sah.
Hal ini juga berlaku di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim. Bahkan, semester ini telah ada 373 mahasiswa yang mengajukan keringanan UKT.
Rektor UPN Jatim, Prof Akhmad Fauzi mengungkapkan sebelum ada pandemi pihaknya sudah memberikan keringanan UKT.
“Jangan sampai mahasiswa tidak bisa melanjutkan kuliah karena kesulitan bayar UKT. Saat ini 373 hanya ajuan semester gasal saja,”ujarnya.
Padahal rata-rata pertahun ajuannya sekitar 400 sampai dengan 500 mahasiswa. Peningkatan pengajuan ini dikatakan Prof Akhmad Fauzi mencapai 50 persen.
“Keringanan beragam, ada yang peninjauan atau penurunan golongan UKT ada juga yang mengajukan penundaan pembayaran,”tuturnya.
Namun, tahun ini sebagian besar mengajukan peninjauan golongan UKT. Sehingga pihaknya saat ini sedang dalam tahap verifikasi dan validasi data mahasiswa.

Beri Beasiswa Peduli Covid-19
Sementara itu, di Universitas Kristen (UK) Petra memberikan bentuk beasiswa peduli Covid-19 bagi mahasiswa yang terdampak. Kepala Humas dan Informasi Studi UK Petra, Prayonne Adi menuturkan selama masa pandemi pihaknya memberi kesempatan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk dapat mengajukan beasiswa Peduli Covid. Beasiswa peduli covid ini berupa potongan UPRS (biaya sks) hingga maksimal 100%. Beasiswa ini diberikan secara selektif bagi mereka yang membutuhkan.
“Jadi mahasiswa yang secara ekonomi mampu, mereka bisa menolong rekan rekan sesama mahasiswa yang mungkin secara ekonomi belum seberuntung yang lain selama masa pandemi ini,” kata dia.
Untuk kriteri, pria yang akrab di sapa Yone ini menjelaskn jika ada kriteria khusus terkait beasiswa, utamanya untuk menilai besaran ekonomi orang tua mahasiswa terdampak pandemi covid-19. [ina]

Tags: