Pengamat Sejarah Angkat Bicara Kepemilikan Kelud

7-foto C van-IMAM MUBAROKKab Kediri, Bhirawa
Dengan diterbitkannya keputusan Gubernur Jawa Timur yang telah mencabut suarat keputusan (SK), batas wilayah administrasi Gunung Kelud dari Pemkab Kediri membuat ahli sejarah di Kediri angkat bicara. Tak ingin kehilangan ikon Kediri Pengamat Sejarah meminta Agar Pemkab tidak bersikap pasif.
Salah Satunya Imam Mubarok, menurutnya dalam kitab kuno Kerta Nagara Kerta Gama, posisi Gunung Kelud berada di wilayah kerajaan Kahuripan, dan pada tahun 1334 Masehi Kerajaan Kahuripan yang ketika itu dipimpin Raja Erlangga ber Ibu Kota di Dhaha.
“Jika mengacu pada kitab-kitab kuno, sudah jelas jika Gunung Kelud masih berada di wilayah Kediri, bahkan ketika itu Kabupaten Blitar juga wilayah Kahuripan” kata Imam Mubarok yang juga salah satu Dosen Dakwah ini.
Untuk itu Pemerintah Kediri diharapkan tidak terlalui gegabah dengan persoalan perebutan wilayah Kelud ini, Pemkab harus mengumpulkan data-data kuno, dan ahli sejarah sehingga dalam melakukan upaya hukum berakhir dengan maksimal. “Pemerintah harus segera mengumpulkan, stakholder, dan ahli sejarah, dan data-data melaui kitab-kitab kuno. Jika memang Gunung Kelud itu memang ada di Wilayah Kabupaten Kediri,” terangnya.
Dia berpesan pada Pemerintah Kabupaten Kediri, agar tidak terlalu antusias untuk menginvestasikan secara berlebihan pada wilayah wisata Gunung Kelud, alasanya menurut Pusat Vulkanologi Meteologi dan Bencana Geologi (PVMBG) minimal dalam 15 tahun sekali gunung kelud meletus.
“Sehingga ketika Pemkab mengalokasikan anggaran itu, apakah nantinya tidak akan sia-sia, untuk itu akan lebih baik jika dialokasikan ke cagar budaya atau benda-benda purbakala, sebab di Kabupaten kediri masih banyak benda- benda peninggalan sejarah yang belum mendapat perhatian,” terangnya.
Data yang dihimpun Gubernur Jawa Timur telah SK nomor, 188/828/KPTS/013/2014 tentang pencabutan atas keputusan Gubernur  Jatim nomor, 188/113/KPTS/013/2012 tentang penyelesaian perselisihan batas daerah antara Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Kediri yang terletak di Wilayah G.Kelud. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat Gubernur nomor 188/2534/011/2014 tanggal 12 Desember 2014. [van]

Keterangan Foto : Imam Mubarok.

Tags: