Pengelolaan Museum Kota Malang Belum Maksimal

Museum Kota MalangKota Malang, Bhirawa
Pemerintah dalam memberikan perhatian kepada keberadaan museum, dinilai masih sangat kurang. Seharusnya pengelolaan museum sebagai salah satu aset sejarah di Indonesia, harus dilakukan secara maksimal. Selama ini, diketahui banyak pihak yang membangun museum namun masih belum mengetahui cara pengelolaan yang benar.
Wakil Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jawa Timur Dwi Cahyono, kepada wartawan Selasa (7/9) kemarin mengutarakan, saat ini banyak orang yang memiliki banyak koleksi barang dan dengan mudah mengklaim untuk membuat museum.
“Padahal banyak proses yang harus dilalui bagi pihak yang ingin membuat museum. Orang yang sekedar tahu museum, bahkan punyakoleksi barang tertentu llalu dikumpulkan dan membuat museum,”ujar Dwi Cahyono.
Dwi Cahyono, mengayatakan , pemahaman terhadap museum harus diluruskan. Jika izin pembuatan musem telah keluar, banyak hal yang perlu dilakukan pengelola museum.
“Tugas inti dari pengelola museum harus dipenuhi, yakni penelitian dan pendidikan. Jika unsure penelitian dan pendidikan telah dibenuhi, unsure hiburan baru dapat disuguhkan,”tuturnya.
Ketua PHRI Malang ini, menjelaskan, pengelola museum juga terbagi menjadi beberapa tugas. Diantaranya ada yang berperan sebagai curator, preparatory, administrator dan educator.
“Inventarisasi koleksi yang ada di museum juga harus dilakukan secara berkala, untuk itu pengeloaan museum tidak bisa dilakukan secara asal-asalan,” tegasnya.
Pemilik Resto Inggil itu, lantas mencontohkan, untuk mmuseum yang memiliki koleksi barang berupa keris, maka pengelola harus memiliki data yang kuat dan lengkap yang berkaitan dengan keris tersebut.
“Pengelola juga memilik tanggung jawab untuk memberikan laporan pertanggungjawaban dan pendidikan pada masyarakat setiap tahunnya,”tukasnya.
Saat ini, menurut dia, jumlah museum di Jawa Timur yang tergabung dalam Amida sebanyak 42 museum, sedangkan di Malang terdapat enam museum. Jumlah tersebut, masih mungkin terus bertambah karena tahun ini ada pembangunan museum yang belum masuk dalam keanggotaan Amida. [mut]

Tags: