Penghuni Bangli Setail Surabaya Masih Bertahan

Bangli Setail SurabayaSurabaya, Bhirawa
Pembongkaran bangunan liar (bangli) di sepanjang Jl. Setail, Surabaya, hingga Rabu (14/1) masih belum jelas kapan dilaksanakan. Berdalih menunggu pemberian tenda untuk berjualan dari Dinkop, sejumlah warga penghuni memilih untuk bertahan di bangli Setail.
PadahalĀ  sebelumnya, Camat Wonokromo, Mahmud Sariadji mengatakan pada Bhirawa saat meninjau beberapa hari yang lalu bahwa per 10 Januari 2015 harus pindah ke Rusun Siwalankerto.
Dari pengamatan Bhirawa, molornya pembongkaran Bangli Jalan Setail lantaran tenda untuk berjualan masih belum ada. Padahal, warga bersedia pindah ke rusun Siwalankerto jika tenda sudah terpasang. Tidak adanya koordinasi antara Camat Wonokromo dengan Dinas Koperasi (Dinkop) Kota Surabaya selaku penyedia tenda, membuat warga bingung.
” Kapan hari ada warga yang menagih kapan tenda itu datang. Tapi saya masih belum bisa memastikan kapan datangnya, karena Pak Hadi (Kadinkop) bilangnya minggu ke-3 ini. Karena tenda itu sumbangan dari produk biscuit, CSR,” terang Camat Wonokromo, Mahmud Sariadji saat ditemui Bhirawa di ruang kerjanya, Rabu (14/1).
Mahmud mengatakan, dari total yang terdata di Camat Wonokromo warga yang tinggal di Bangli Jalan Setail hanya tinggal dua orang dari 33 orang yang berhak mendapatkan rusun. ” Hanya dua orang saja yang tidur di bangli,” katanya.
Terkait jadwal pembongkaran, Mahmud menegaskan Pemkot memang memberi waktu untuk membongkar sendiri sebelum dibongkar paksa. ” Saya belum tahu pastinya untuk dilakukan pembongkaran, pokoknya jika tenda sudah ada harus pindah,” tambah Mahmud.
Namun pernyataan Camat Wonokromo ini berbeda denganĀ  pengamatan Bhirawa di lapangan. Hampir seluruh warga yang menempati Bangli masih bertempat tinggal dan tidak ada tanda-tanda untuk pindah ke rusun Siwalankerto.
Penghuni bangli Jalan Setail, Muklis, yang bisa menunjukkan identitas dan KTP Surabaya memang diberikan kesempatan untuk pindah di rumah susun sewa (rusunawa) Siwalankerto. ” Dan sebagian warga yang menerima kunci rusun memang sudah memindahkan barang-barang ke rusun,” ujarnya.
Tetapi Muklis menambahkan bahwa dirinya bersama warga lain memang menunggu serah terima tenda jualan dilakukan. ” Belum tahu kapan diberikan. Sebagian rumah warga memang sudah kosong,” tambahnya. (geh)

Tags: