Pengrajin Manik-Manik Jombang Berharap Subsidi Elpiji Tak Dihapus

Proses peleburan kaca menjadi butiran manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang, Rabu (22/01/2020).
[arif yulianto/ bhirawa).

Jombang, Bhirawa
Pengrajin manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang berharap agar subsidi elpiji tidak dihapus oleh pemerintah. Hal tersebut seperti dituturkan Nurwakhid, pengrajin manik-manik asal desa tersebut, Rabu (22/01/2020).
“Kita berharap kepada pemerintah, mudah-mudahan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) khususnya manik-manik ini kalau bisa subsidinya tidak dicabut. Biar bisa berjalan lancar, sebagai penggerak ekonomi desa untuk kesejahteraan masyarakat desa,” tutur Nurwakhid.
Untuk satu buah tabung elpiji bersubsidi, Nurwakhid menjelaskan, hanya bisa dipakai selama satu hari saja untuk menghasilkan rata-rata 100 hingga 200 butir manik-manik berukuran besar. Dalam satu bulan, dirinci Nurwakhid, satu orang pekerja pengrajin manik-manik di tempatnya bisa memproduksi sekitar 7.200 butir manik-manik.
“Dan untuk peleburan kaca sendiri, satu hari satu pelebur itu memerlukan empat sampai enam elpiji, sehari, satu orang,” jelas Nurwakhid.
Nurwakhid yang menjadi pengrajin manik-manik mulai tahun 1990 silam ini mengaku saat ini menggunakan bahan bakar elpiji untuk melebur kaca menjadi manik-manik. Sebelum menggunakan elpiji, dulu dirinya pernah menggunakan minyak tanah.
“Elpiji sejak tahun 2011. Setelah subdisi minyak tanah mau dicabut, dan alhamdulillah solusi untuk penggantinya termasuk penggantian peralatannya alhamdulillah menemukan jalan,” tuturnya lagi.
Jika dibandingkan dengan minyak tanah, penggunaan elpiji untuk melebur kaca-kaca menjadi manik-manik dirasanya lebih efisien dengan hasil manik-manik lebih bagus, serta biaya produksinya menjadi lebih murah.
Jika subsidi elpiji dicabut menurut Nurwakhid, bisa berdampak sekali terhadap para pengrajin manik-manik sepertinya, khususnya dari aspek keuntungan akan menurun.
“Dan menjadikan pengrajin tidak produksi nantinya,” pungkasnya.(rif)

Tags: