Pengusaha Angkot Desak Pemkot Gelar Sosialisasi

2-poto kakiSurabaya, Bhirawa
Rencana Pemerintah Kota Surabaya  akan mengakuisisi usaha angkutan kota (Angkot) dan kewajiban usaha angkutan umum berplat kuning berbadan hukum  masih ditanggapi dingin pelaku usaha angkot. Mereka meminta agar Pemkot Surabaya segera melakukan sosialisasi agar pelaku usaha bisa melakukan antisipasi.
Seperti yang diungkapkan Djuki salah satu pemilik angkutan umum lyn BJ yang selalu ngetem di Terminal Benowo, pihaknya tak pernah sama sekali mendengar rencana Pemkot tersebut. “Seharusnya ada penjelasan lebih kongkrit paling tidak ada sosialisasi untuk tahap permulaannya,” ujar Djuki atau biasa disebut Abah, Selasa (27/1).
Abah menambahkan, yang terpenting adalah menguntungkan atau merugikan pemilik apabila angkutan umum berbadan hukum dengan menjadi satu di koperasi. “Sekarang masalah pengelolaan baik servis, perbaikan atau surat kendaraan kerusakan siapa yang menanggung, sedangkan status pemilik bagaimana apakah mendapatkan keuntungan atau sistemnya itu disewa perhari,” jelasnya.
Di samping itu yang menjadi persoalan adalah hak dan kewajiban seorang pemilik kendaraan terhadap badan hukum tersebut atau koperasi . “Apakah pemilik itu setor ke koperasi atau apakah koperasi membayar ke pemilik seperti rental begitu,” ujarnya.
Untuk itu para pengusaha angkutan ini minta penjelasan lebih kongrit dahulu sebelum rencana Pemkot tersebut dilaksanakan. “Pemkotkan bisa mengundang para paguyuban angkutan umum untuk diajak musyawarah, supaya tidak ada kesimpang siuran informasi sehingga membingungkan para pengusaha angkutan. Apalagi saat ini angkutan tidak seperti tahun 80 an dimana orang butuh angkutan tapi sekarang angkutan yang butuh orang,” terangnya.
Sedangkan terkait sopir yang nantinya digaji Pemkot dengan melihat banyak hitungan kilometer, mereka sangat setuju. “Kami sangat setuju sekali apabila sopir digaji asalkan kami mendapatkan kejelasan terlebih dahulu terkait badan hukum dan pembagian keuntungannya,” katanya.
Sementara menurut Sukuji pengusaha 7 angkutan umum lyn G jurusan Joyoboyo-Kr Menjangan, memprediksikan akan banyak pemilik maupun sopir yang tidak setuju dengan rencana pemkot. “Sulit, sebab pemilik atau sopir sudah terbiasa tidak terikat alias bebas seenaknya sehingga mereka bisa sewaktu-waktu narik maupun libur.
Ia menambahkan, sedangkan kalau mengikuti pemkot berarti kerja mereka sudah terikat baik waktu mulai maupun berhenti. Selain itu rencana pemkot ini juga pernah ada di tahun-tahun sebelumnya namun sampai saat ini belum ada realisasi. [riq]

Keterangan Foto : Angkutan Kota (Angkot) bakal diakusisi Pemkot Surabaya terhitung 2016, seperti yang biasa mangkal di Terminal  Jayabaya, Selasa (27/1) siang. [trie diana/bhirawa]

Tags: