Penilaian Karang Werdha, Yang Terpilih Juara Harus Jadi Contoh dan Inspirasi

Tim Juri Penilaian Karang Werdha Berprestasi Tahun 2024 saat melangsungkan kunjungan di salah satu Karang Werdha yang telah terseleksi tiga besar.

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Rehabilitasi Sosial bersama tim juri melangsungkan kunjungan penilaian lapangan, untuk menentukan Karang Werdha Berprestasi Tahun 2024. Bagi yang nantinya menjadi juara, maka diharapkan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi Karang Werdha lainnya di Jawa Timur, untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan bagi para lansia.

Tim juri yang melakukan penilaian terdiri dari Dr. Edi Purwinarto dari Komda Lansia, Dr. Arman Linda dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial, Annisa dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Sila Pertikasari dari Biro Kesejahteraan Rakyat, dan Sumarni dari Dinsos Jatim.

Penilaian ini bertujuan untuk menilai secara langsung program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing Karang Werdha yang telah lolos seleksi tahap awal. Pada tahap awal penilaian, delapan Karang Werdha dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti seleksi profil yang dilaksanakan di kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Dari hasil seleksi tersebut, tiga Karang Werdha terpilih sebagai finalis yang berhak mengikuti penilaian lapangan. Penilaian lapangan ini meliputi kunjungan ke berbagai kegiatan dan program yang dikelola oleh Karang Werdha, seperti layanan kesehatan dan usaha produktif.

Tim juri menilai langsung implementasi program di lokasi untuk memastikan bahwa Karang Werdha memiliki kualitas dan manfaat yang diberikan kepada anggotanya. “Jadi Karang Werdha memberdayakan lansia agar tetap sehat dan produktif, sehingga mengurangi lansia yang masih memiliki ketergantungan,” kata Ketua Harian Komda Lansia Provinsi Jatim, Edi Purwinarto.

Dalam penilaian Karang Werdha, lanjut Edi, tidak hanya Karang Werdha berusaha untuk meraih juara saja. Tetapi adanya budaya sehat bagi lansia itu sangat penting, sehingga mereka masih dapat pemberdayaan dan tetap produktif diusia lanjutnya.

Sesuai dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Sosial itu difokuskan pada pemberdayaan. Dengan banyaknya lansia yang produktif akan mengurangi beban pemerintah. “Maka pemerintah memberikan ruang yang luas bagi masyarakat melalui organisasi/lembaga berkaitan dengan lansia untuk mengurangi lansia yang ketergantungan,” pungkasnya.[rac.ca]

Tags: