Penjualan Kartu Flazz Bank Jatim Capai 2.000 Keping

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto didampingi penggagas Jazz Traffic Festival Errol Jonathan yang juga sebagai Direktur Operasional Radio Suara Surabaya saat jumpa pers di Grand City, Minggu sore (23/11).

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto didampingi penggagas Jazz Traffic Festival Errol Jonathan yang juga sebagai Direktur Operasional Radio Suara Surabaya saat jumpa pers di Grand City, Minggu sore (23/11).

Surabaya, Bhirawa
Penjualan kartu flazz yang diterbitkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencapai 2.000 keping selama event Bank Jatim Jazz Traffic Festival berlangsung di Surabaya.
Pemimpin Divisi Dana Jasa dan Luar Negeri Bank Jatim Revi Adiana Silawati mengatakan pada peluncuran pertama kartu flazz awal tahun ini, Bank Jatim mengeluarkan 5.000 keping kartu flazz, dan pertengahan tahun 5.000 keping lagi.
” Dan total 10.000 kartu flazz tersebut sudah sold out, ditambah 2.000 update terakhir selama event Bank Jatim Jazz Traffic Festival,” katanya dalam konferensi pers Bank Jatim Jazz Traffic Festival, di Surabaya, Minggu sore (23/11).
Dia juga menambahkan rata-rata pengisian kartu flazz Bank Jatim yang dilakukan pemegang kartu yakni antara Rp250.000-Rp1 juta.
Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan penggunaan kartu flazz tersebut sejalan dengan visi Bank Indonesia agar menggunakan transaksi non tunai. Melalui penggunaaan bankjatim flazz ini, masih kata Hadi, akan menyukseskan program less cash society dari Bank Jatim.
” Flazz merupakan produk Bank Jatim yang bekerjasama dengan BCA. Kartu tersebut dilaunching pada awal tahun. Kartu prabayar multifungsi berteknologi tersebut untuk transaksi lebih cepat dan nyaman,” terangnya.
Adapun kinerja keuangan Bank Jatim secara keseluruhan pada Oktober 2014 mengalami peningkatan secara signifikan. Dari indikator keuangan seperti total aset Rp43 triliun, atau naik 25,03% (yoy), pengumpulan dana pihak ketiga sebesar Rp36,3 triliun atau naik 30,51% (yoy), penyaluran kredit sebesar Rp26,5 triliun atau naik 20,04% (yoy), pendapatan bunga Rp3,3 triliun atau naik 22,29% (yoy). Sedangkan laba sebelum pajak sebesar Rp1,2 triliun atau naik 9,08% (yoy), dan laba bersih Rp832,5 miliar atau naik 7,60%. [geh]

Tags: