Penjualan Mobil Premium Tak Terpengaruh Suku Bunga

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional ditambah adanya event politik di sepanjang 2014, ternyata tidak menjadi penghalang bagi produsen mobil Eropa dan Jepang. Pasar mobil premium justru mengalami kenaikan signifikan pada tahun lalu. Hal itu karena adanya pengaruh prestige yang dimiliki oleh warga Surabaya.
Kenaikan disebabkan oleh naiknya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap kenyamanan, keamanan, dan performa mesin yang menjadi andalan dari mobil kelas premium. Disamping itu, dengan membawa mobil kelas Premium baik itu produksi Jepang, Eropa, Amerika, maupun Korea tentu memiliki kesan tersendiri bagi pemiliknya.
“Naiknya suku bunga bank, tidak berpengaruh terhadap penjualan mobil dengan kelas Premium. Toyota Camry, Honda Odyssey, Mercedez Benz, maupun Ford yang nota bene milik Amerika. Contoh mobil-mobil ini memiliki peminatnya, justru di saat bunga bank naik “ ujar David Abram Senior Marketing Auto 2000, HR Muhammad Surabaya, Rabu (28/1) kemarin di Surabaya.
Ia melanjutkan, pertumbuhan mobil kelas premium bisa terjadi sampai dengan akhir tahun 2015. Namun harus ada syarat yang harus dipenuhi seperti kesetabilan ekonomi nasional, bertumbuhnya nilai investasi di Indonesia. Serta kenaikan suku bunga bank yang mengalami kenaikan secara berjenjang.
“Kalau negara rusuh, maka investor akan memindahkan modalnya ke negara lain. Selain itu, gejolak UMR harus diselesaikan dengan arif dan ijaksana. Karena dengan buruh melakukan unjuk rasa, maka proses dari hulu hingga ke hilir akan mengalami gangguan. Serta kebijakan bank dalam menetapkan suku bunga hendaknya harus sesuai dengan tingkat margin kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Jika semua kondisi tersebut bisa dicapai pada tahun 2015, maka pasar pertumbuhan mobil kelas premium bisa mencapai 7%. Dan akan berimbas kepada mobil dengan kelas yang lain seperti LCGC, SUV, dan MPV.
“Kalau mobil kelas premium bisa naik, maka di bawahnya pun juga akan mengalami kenaikan. Namun hal itu tergantung masing-masing produsen dalam memasarkan. Karena besaran nilai uang muka, dan cash back juga menjadi pertimbangan konsumen di kemudian hari. Meskipun BBM naik, penjualan mobil baru secara umum tetap bisa naik,” tutupnya. [wil]

Tags: