PENS Gelar Software Expo 2020

Direktur PENS Zainal Arief mencoba Tulibot yang merupakan alat bantu pendengaran tuna rungu yang sukses meraih medali emas di Incheon, Korea pada gelaran Engginering Education Festival 2019.

Tampilkan 35 Produk Inovatif Era Revolusi Industri 4.0
Surabaya, Bhirawa
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menggelar Software Expo 2020. Total ada 35 produk inovatif hasil pembelajaran bidang Rekayasa Perangkat Lunak yang dipamerkan di Hall Gedung D4 PENS, Kamis (2/1) kemarin.
Menurut Ketua Panitia Software Expo 2020, Dwi Kurnia Basuki, ada beberapa tahap yang dilakukan peserta sebelum memamerkan produk inovasinya. Mereka akan mengikuti bimbingan tatap muka minimal enam kali dengan mentor dari dunia industri. Mentor – mentor itu berasal dari Bukalapak, Maulidan Games, Sindika dan Inovasi Teknologi Anak Bangsa.
Dengan adanya bimbingan produk inovasi yang dibuat mahasiswa bisa sesuai dengan kebutuhan dan standart yang ada dalam dunia industri IT di Indonesia. Diharapkan dengan adanya pihak ketiga, akan mudah dimanfaatkan dan direalisasikan di masyarakat.
“Contoh produk yang cukup menarik adalah prototype alat jemur pakaian elektrik berbasis IoT (Internet of think). Alat ini merupakan platform yang berfungsi untuk memonitoring pakaian yang kita jemur terhadap suatu kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu juga membantu pengguna apabila lalai ketika hujan turun sehingga pakaian yang dijemur tidak basah karena hujan,” ujar dia.
Dwi Kurnia menyebut, produk inovasi ReTrack yang merupakan aplikasi media transparansi data patroli polisi dan media pendukung polisi ketika berpatroli. Sedangkan MedLed merupakan alat berbasis IoT yang dapat dimonitoring melalui website yang membantu apoteker mengetahui letak penyimpanan obat dalam rak dan memberikan informasi jumlah obat yang tersedia.
“Alat ini juga dapat menampilkan harga obat dan keterangan obat dalam bentuk komposisi dan dosis obat. Apabila apoteker ingin mengetahui letak penyimpanan obat dalam rak, maka dapat menekan tombol buka yang disediakan website dan rak memberikan informasi yang mudah dilihat yaitu LED menyala dan pintu rak terbuka,” jelas dia.
Sementara itu, salah satu karya Tim Arek Tulibot yakni sebuah sistem yang mengkombinasikan aplikasi, smart glasses dan smart glaves juga dipamerkan. Beberapa waktu yang lalu, tim yang beranggotakan Mochammad Ilham Maulana, Moch Rifki Ramadhani, Yudha Sadewa, Muhammad Alan Nur, Muhammad Abdul Haq, dan Namira Rizqi meraih medali emas di Korea November 2019 juga ikut ditampilkan dalam Software Expo 2020.
Ketua Tim, Mochammad Ilham Maulana menjelaskan, Tulibot sendiri merupakan sebuah alat pendeteksi audio untuk membantu pendengaran penyandang tuna rungu. Pengguna akan menggunakan smart gloves yang memanfaatkan bahasa isyarat American Sign Language (ASL) yang nantinya dapat menghasilkan sebuah audio. Tulibot akan mendeteksi audio melalui aplikasi kemudian diterjemahkan menjadi kata-kata yang ditampilkan melalui smart glasses yang digunakan pengguna,” jelasnya. [ina]

Rate this article!
Tags: