Penuhi GBT, Bonek Bersholawat Bareng Cak Nun

Cak Nun dan presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda saat doa bersama di Gelora Bung Tomo dengan puluhan ribu Bonek , Bonita. [Alimun Hakim]

Bonek Energi Kuat untuk Membangun Indonesia
Surabaya, Bhirawa
Stadion kebanggan warga Kota Surabaya, Gelora Bung Tomo (GBT) bergema dengan lantunan Sholawat Nabi, Sabtu (11/1) malam lalu.
Sholawat Nabi dilantunkan bersama di sela – sela sinau bareng yang digelar selama satu jam sebelum laga uji coba bertajuk Forever Game antara Persebaya melawan Persis Solo. Puluhan ribu Bonek, Bonita julukan supoerter Persebaya memenuhi stadion yang berkapasitas 50 ribu orang dan bakal menjadi venue Piala Dunia U – 20 ini.
Seluruh suporter menyatu dalam sholawat bareng budayawan asli kelahiran Jombang, Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun dengan diiringi musik Kiai Kanjeng.
Doa dan Ngaji bareng Cak Nun bersamaan digelarnya pertandingan persahabatan itu sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi peringkat kedua, yang telah dicapai Persebaya di Liga 1 tahun 2019, sekaligus permohonan doa untuk kelancarannya dalam menjalani kompetisi-kompetisi ke depan.
Cak Nun mengenakan kaos hijau Persebaya pra musim bertuliskan Wani dan berkopyah putih merah yang menjadi ciri khasnya. Di atas panggung, Cak Nun didampingi Presiden Persebaya Azrul Ananda, Kapolrestabe Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, serta Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Sudaryanto.
Di samping untuk mendapatkan suntikan gelora semangat, para Bonek Bonita diajak berdoa bersama yang dipimpin Cak Nun,Sebelum laga persahabatan antara Persebaya Surabaya vs Persis Solo.
“Dari sini saya doakan, mari memasuki tahun 2020 Persebaya bisa meraih kemenangan di puncak klasemen, Al Fatihah,” ujar Cak Nun yang disambut aaamiiin oleh seluruh supoerter.
Ada enam hajat yang terkandung dalam permohonan doa itu, yang ternyata bukan semata untuk kejayaan Persebaya, namun untuk berbagai kepentingan masyarakat Surabaya itu sendiri.
Doa itu pertama ditujukan untuk kesuksesan Persebaya dalam menjalani kompetisi-kompetisi ke depan, doa agar Persebaya dapat berhome base di Surabaya, doa agar supporter Persebaya (Bonek dan Bonita) semakin solid dan kreatif, doa untuk kota Surabaya yakni agar Gubernur, wali kota, hingga jajaran pemerintahan di dalamnya dapat mengurus Kota Pahlawan dengan sebaik-baiknya, doa untuk kenyamanan dan keamanan Kota Surabaya, dan doa bagi Kota Surabaya yang sebentar lagi menjadi salah satu kota tuan rumah Piala Dunia U20.
Dalam pandangan Cak Nun, Bonek sudah menjadi kata tersendiri yang sangat kuat dan jelas maknanya, yang mungkin belum ada padanannya dalam bahasa lain, bahkan dalam bahasa Indonesia sendiri. Kata ‘Nekat’ yang merupakan unsur pembentuk ‘Bonek’ (Bondo Nekat), juga belum ada padanannya secara pas dalam bahasa lain.
Dalam konteks tradisi etos Keislaman kata ‘Bondo’ mengingatkan kita pada sikap mental yang berisi keyakinan dan kepasrahan yang kuat kepada Allah dalam mencapai sesuatu kendati modal yang dipunya tidak masuk akal saking minimnya.
Maka, modal yang nihil atau sedikit itu langsung dikonversi dengan modal yang lain yaitu kenekatan yakin dan tawakkal kepada Allah. Maka dikatakan oleh para orang tua kita, Bondo Bismillah.
“Kita juga bisa merasakan kalau Bonek juga satu bentuk ungkapan Bondo Bismillah itu, bondo keyakinan kepada Allah. Bonek bukan hanya sebagai gairah kependukungan terhadap suatu tim sepakbola, melainkan suatu energi hidup,” tutur Cak Nun.
Menurut Cak Nun, Bonek bukan hanya dukungan membara untuk Persebaya dan sepakbola, tapi Bonek adalah energi yang sangat kuat untuk membangun Indonesia, membangun nasionalisme.
Sementara itu, Presiden Tim Persebaya Surabaya, Azrul Ananda menyampaikan, tim sudah tancap gas mendatangkan amunisi baru untuk memperkuat tim. Sejauh ini Bajul Ijo-panggilan akrab Arek – arek Suroboyo telah mendatangkan lima pemain anyar.
“Kami sudah bergerak dengan cepat dan menjadi tim paling gerak cepat amankan nama-nama pemain yang kita kejar,” kata Azrul.
Persebaya, tambahnya, akan terus mendatangkan amunisi baru,dalam beberapa waktu dekat ini akan mendatangkan pemain baru lagi.
Di akhir sinau bareng, Cak Nun beserta Kapolrestabes dan Danrem menyanyikan Song For Pride yang merupakan salah satu anthem Persebaya diriringi musik Kiai Kanjeng. Sementara dalam laga persahabatan dimenangkan Persebaya dengan skor telak 4 – 0. [aha]

Tags: