Penuhi Hak Konstitusional Anak, Dispendukcapil Cetak 50 Ribu KIA

Masyarakat Kabupaten Pasuruan saat mengurus surat kependudukan di kantor Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan sebelum pandemi covid-19. [Hilmi Husain]

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa
Tahun ini, Pemkab Pasuruan akan mencetak 50 ribu kartu identitas anak (KIA). KIA untuk pemenuhan hak konstitusional anak, sekaligus identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah.
Aturan itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. “Kartu identitas anak sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Sehingga, setiap anak sebelum memiliki KTP diwajibkan memiliki KIA,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Selasa (9/3).
Hingga saat ini, jumlah KIA yang sudah dicetak di Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan mencapai 10 ribu keping. Penerbitan itu terhitung mulai akhir 2019. Selama kurun waktua 2019-2020, total KIA yang sudah terbit mencapai 40 ribu keping. Dikalkulasikan dengan target tahun ini, setidaknya ada 90 ribu KIA yang akan terbit.
Dengan cakupan KIA, apabila diprosentasikan dengan jumlah penduduk usia 0-16 tahun yang mencapai 387.306 anak, cakupannya masih mencapai 23.23 persen.
Menurut Yudha, kartu KIA bisa digunakan untuk mengurus suatu dokumen kependudukan atau urusan lainnya seperti pendidikan. Biasanya, anak yang daftar sekolah TK, SD atau SMP, salah satu syaratnya harus memiliki KIA.
“Harapan kami, semakin banyak target KIA di tahun-tahun berikutnya. Kami juga meminta kepada sekolah untuk kerja sama pembuatan KIA bagi anak didik yang belum memiliki KIA,” papar Yudha Triwidya Sasongko. [hil]

Tags: