Penurunan Perubahan APBD 2020 Dipengaruhi Faktor Percepatan Penanganan Covid-19

Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Perubahan APBD TA 2020 oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami di gedung DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (4/9). [sudarno/bhirawa]

Kabupaten Madiun, Bhirawa
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Kabupaten Madiun TA 2020 dengan agenda penyampaian nota keuangan oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami di pimpin ketua DPRD kabupaten Madiun, Feri Sudarsono, Jumat ((4/9).

Dalam pidatonya ini, Bupati juga menjelaskan secara rinci nominal anggaran belanja tidak langsung maupun belanja langsung yang juga mengalami perubahan.Penurunan Perubahan APBD ini dipengaruhi banyak faktor, salah satu yang mendasar akibat adanya revocusing kegiatan, realokasi anggaran serta pengadaan barang jasa dalam rangka percepatan penanganan covid – 19 sebagaimana tertuang dalam Inpres No. 4 tahun 2020.

Dijelaskan Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, pendapatan mengalami penurunan sebesar Rp 181.869.697.254,18 dari semula direncanakan sebesar Rp1.912.892.978.077,18 menjadi sebesar Rp 1.731.023.280.823,-. Pendapatan daerah mengalami penurunan berasal dari akumulasi PAD sebesar Rp 9.409.302.336,18. Akumulasi penerimaan dana perimbangan Rp143.349..64.000,- dan akumulasi penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp29.112.330.918,-.

PAD yang semula direncanakan Rp219.449.851.124,18 mengalami penurunan sebesar Rp 9.408.302.336,18 menjadi sebesar Rp210.041.548.788,-. Dana perimbangan yang semula direncanakan Rp1.290.525.673.000,- mengalami penurunan Rp143.349.064.000,- menjadi sebesar Rp 1.147.176.609.000,-. Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula direncanakan Rp402.917.453.953,- juga mengalami penurunan Rp29.112.330.918 menjadi sebesar Rp373.805.123.035,-.

Belanja daerah, lanjut Bupati, dapat dijelaskan sebagai berikut, belanja daerah mengalami penurunan Rp89.125.334.429,91 dari sebelum perubahan sebesar Rp1.981.478.483.890,97 menjadi sebesar Rp 1.892.353.149.461,06.

Adapun gambaran yang lebih rinci mengenai belanja daerah sebagai berikut, anggaran belanja tidak langsung sebelum perubahan Rp1.206.370.627.095,23. Sesudah perubahan menjadi Rp1.186.460.131.635,55 atau berkurang Rp19.910.495.459,68. Anggaran belanja langsung sebelum perubahan Rp775.107.856.795,74, sesudah perubahan menjadi Rp705.893.017.825,51 atau berkurang sebesar Rp69.214.838.970,23. [dar]

Tags: