Penutupan Dolly Ancam Pariwisata Sidoarjo

5- foto - Pramu sigit-ali-2Sidoarjo, Bhirawa
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Budaya dan Pariwisata Kab Sidoarjo, Ir Pramu Sigit, mengaku khawatir juga dengan dampak penutupan Lokalisasi Dolly, Surabaya, pada Rabu (18/6) besok, yang dampaknya dikawatirkan mencemari dunia pariwisata di Kota Udang ini.
”Yang jelas saya khawatir juga, jangan sampai keberadaan Rumah Hiburan Umum (RHU) dan hotel-hotelĀ  yang ada di Sidoarjo bisa terkontaminasi karena kena dampak penutupan Dolly nanti,” pendapat Sigit, Senin (16/6) kemarin, disela-sela kegiatan Wagub Jatim, Saifulah Yusuf, yang membuka pameran kain batik Nasional di Musium Mpu Tantular, Sidoarjo.
Menurut Sigit, keberadaan hotel yang ada di Sidoarjo, baik itu yang besar atau kecil, tetap ada peluang bisa kena dampak penutupan Gang Dolly Surabaya.
”Ya mungkin saja dipakai untuk tempat kencan dengan PSK dari gusuran Dolly, namanya juga hotel siapa yang bisa tahu, maka itu pengelolah hotel di Sidoarjo harus bisa mencegah jangan sampai dimanfaatkan untuk yang seperti itu,” ujar Sigit.
Disampaikan Sigit, setelah ini ia akan mengumpulkan teman-teman para pengelolah RHU dan hotel di Sidoarjo, untuk diberikan pengarahan terkait masalah itu. Keberadaan hotel-hotel di Kota Udang ini, kebanyakan terpusat di dalam Kota Sidoarjo, daerah sekitar terminal Purabaya dan sekitar Bandara Juanda yang berada di Kec Sedati maupun di Kec Waru.
Pemkab Sidoarjo memang sangat khawatir dengan dampak penutupan Dolly Surabaya. Senin siang (17/6) kemarin, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, langsung mengumpulkan 18 Camat di Sidoarjo bersama SKPD terkait, membahas masalah itu.
Kepala Satpol PP Sidoarjo, Mulyawan menyatakan, waspada dengan rencana penutupan lokalisasi Dolly. Sebab jangan sampai rencana penutupan itu, malah membuat PSK nya pindah tempat ke daerah disekitar Surabaya, yakni Sidoarjo.
Mulyawan menegaskan, kalau PSK di Sidoarjo jadi bertambah, itu akan membuat tantangan tersendiri bagi pihaknya. Sebab pihaknya ingin bisa melaksanakan apa yang menjadi target dari MDGs pada tahun 2015 nanti. Yakni bisa membebaskan warga Indonesia khususnya di Sidoarjo, dari penularan bahkan kematian akibat penyakit HIV/AIDS. [ali]

Keterangan Foto : Pramu Sigit. [ali/bhirawa]

Tags: