Penyediaan Tempat Cuci Tangan di Bondowoso Tak Disediakan Sabun

Tampak tandon untuk cuci tangan yang disediakan BPBD Bondowoso di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, tidak disediakan sabun. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Beberapa penyediaan tempat cuci tangan portabel yang disediakan oleh BPBD Bondowoso di sejumlah tempat umum, seperti diantaranya Alun-Alun Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo, Pasar Induk setempat dan tempat umum lainnya. Ternyata tidak dilengkapi dengan ketersediaan sabun.

Hal ini yang diutarakan salah seorang warga Kecamatan Tenggarang, Abror (27) hendak mencuci tangan namun ternyata tak ada sabunnya. Tepatnya saat ia mengantar keluarganya berkunjung ke Alun-alun RBA Ki Ronggo.

“Saya sedang jalan-jalan ke Alun-Alun. Karena pandemi Covid-19, saya mau mencuci tangan tapi tidak ada sabunnya. Bahkan airnya tidak ada,” katanya.

Bahkan kata dia, pada hari Minggu (4/10/2020) kemarin saat ia berkunjung ke Alun-alun. Dirinya mendapati salah satu tandon air yang tidak ada krannya. “Tak ada krannya, ini saya foto mas,” ungkapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kalaksa BPBD Bondowoso, Kukuh Triatmoko mengatakan untuk kran yang rusak. Pihaknya memastikan segera memperbaiki. Ia pun mengaku tidak tahu kapan rusaknya.

“Kita gak tahu. Informasinya gak ada ke kita,” katanya, Selasa (6/10).

Di sisi lain, Kukuh menuturkan bahwa biasanya tandon-tandon dicek setiap saat, dan diisi air secara berkala.

“Pokoknya kosong diisi kok. Memang sudah ada petugas untuk mengecek. Dicek setiap saat untuk mengisi air,” urainya.

Sedangkan, berdasarkan pantauan di lokasi, per Selasa (6/10/2020). Tampaknya petugas BPBD Bondowoso sudah melakukan perbaikan dengan memasang kran, dan telah mengisi air di tandon tersebut.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi Anggota Pansus Covid-19 DPRD Bondowoso, A Mansur mempertanyakan keseriusan BPBD dalam menegakkan protokol Covid-19.

“Kalau hanya kita diberi tempat cuci, tidak dikasih air dan sabun terus siapa yang mau menaruh. Seharusnya ada dengan sabunnya,” ungkapnya.

Padahal kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, dalam penganggarannya pasti harus disediakan dengan sabunnya.

“Kalau tidak dilengkapi seperti itu tidak akan digunakan. Artinya anggaran Covid-19 kemana. Tidak ada alasan bahwa itu tidak ada anggaran,” jelasnya.

Salah satu anggota Fraksi PKB itu pun mempertanyakan terkait penggunaan anggaran sebesar Rp 6 miliar, yang diperuntukkan penaganan Covid-19 yang digelontorkan melalui BPBD Kabupaten Bondowoso.

“Kemarin tahap kedua Rp 3 miliar, yang pertama sama. Artinya total ada Rp 6 miliar. Terus dikemanakan sama BPBD. Beli sabun aja gak ada. Dana Covid-19 itu harus dimaksimalkan. Saya sangat menyoroti itu,” terangnya.

Kata Mansur, bahwa seharusnya protokol Kesehatan itu dilaksanakan bukan hanya dikampanyekan saja. Masyarakat disuruh cuci tangan, akan tetapi kalau tidak disediakan air dan sabun oleh BPBD. Menurutnya hal ini menjadi lucu.

Bahkan ia pernah meninjau langsung keberadaan tandon tempat cuci tangan itu, dan ternyata pernah tidak ada airnya.

“Saya pernah lihat langsung tidak ada airnya di Alun-Alun itu. Bisa dilihat. Terus apa kerjanya BPBD Bondowoso. Kalau persoalan ngisi tandon dan menyediakan sabun tidak bisa. Apa gunanya anggaran sampai Rp 6 miliar,” terangnya. [san]

Tags: