Penyelesaian Kasus Perkawinan Usia Anak di Indonesia Ada di Pulau Jawa

Diskusi webinar bertajuk ‘Pandemi Covid-19 & Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Jawa Timur’.

Surabaya, Bhirawa
Penyelesaian permasalahan perkawinan usia anak di Indonesia dapat cepat teratasi bila pemerintah mampu mengintervensi terlebih dahulu kasus-kasus yang terjadi di Pulau Jawa serta fokus pada provinsi-provinsi luar Jawa yang memiliki angka prevalensi perkawinan anak yang tinggi.
Child Protection Officer UNICEF Indonesia, Derry Fahrizal Ulum saat diskusi webinar Media dan Perlindungan Anak mengungkapkan melihat data dari BPS, jika masalah perkawinan usia anak di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah berhasil diselesaikan, maka itu sama halnya pemerintah telah berhasil menekan hampir 50 persen beban kasus perkawinan usia anak secara nasional.
“Meskipun prevalensi tertinggi diduduki Provinsi Sulawesi Barat, namun secara absolut, ranking tertinggi perkawinan usia anak di Indonesia ditempati Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan jawa Tengah,” ujar Derry Fahrizal Ulum saat memaparkan materinya dalam diskusi webinar bertajuk “Pandemi Covid-19 & Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Jawa Timur,” jelasnya, Selasa (26/5).
Derry menambahkan di Jawa Timur sebanyak 12,71 persen anak perempuan usia 20-24 tahun menikah sebelum usia 18 tahun. Ditambahkan pula bahwa secara nasional, menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2008-2018 yang menyebutkan, penurunan presentase perkawinan di bawah 18 dan 15 tahun cenderung lambat dalam 10 tahun terakhir.[riq]

Tags: