Penyidik Polda Siap Limpahkan Berkas BDH ke Kejaksaan

Mantan Walikota Surabaya Bambang DH usai diperiksa di Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Mantan Walikota Surabaya Bambang DH usai diperiksa di Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Surabaya, Bhirawa
Setelah tiga kali Kejaksaan Tinggi (Kejati) mengembalikan berkas Bambang DH (BDH) ke penyidik Polda Jatim, dengan alasan kurangnya bukti keterlibatan BDH dalam kasus Japung. Akhirnya, penyidik Polda Jatim siap melimpahkan berkas BDH ke Kejaksaan.
“Berkas Bambang DH sudah saya tandatangai tiga hari lalu, dan saya rasa siap untuk dikembalikan lagi ke Kejaksaan,” terang Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Idris Kadir usai upacara HUT Bhayangkara ke-68, Selasa (1/7).
Lanjutnya, mengenai aturan batas waktu pengembalian berkas, hal itu memang diatur dalam KUHAP. Tak hanya itu, keterkaitan pengembalian berkas yang berkali-kali akankah berdampak pada di SP3 nya penyidikan, dituturkannya memang ada aturannya. Salah satunya adalah aturan kesetaraan perihal perkara itu bisa dipertimbangkan dan dikatakan layak atau tidak layak untuk dilanjutkan proses penyidikannya atau di SP3.
“Berkas siap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. sebab, usaha penyidikan tetap kami maksimalkan, sehingga tidak sampai di SP3. Karena hal itu termasuk dalam tugas dan pekerjaan kami,” katanya.
Mengenai pemenuhan bukti yang diminta Kejaksaan, dijelaskan Idris, dalam pemenuhan bukti tentang peran aktif dan keterlibatan Bambang DH dalam kasus Japung, memang ada beberapa perbedaan pandangan dari penyidik kepolisian dan Kejaksaan.
Sebab, implementasi penerapan hukum dari pihaknya yakni mengacu pada hasil pemeriksaan sebelumnya, yang dilakukan penyidik. Namun, dari Kejaksaan meminta hasil pemeriksaan menyeluruh dari awal.
“Perbedaan implementasi pandangan penerapan hukum memang ada. Jadi, kami harus melakukan pemeriksaan ulang guna memenuhi persyaratan yang diminta Kejaksaan,” urainya.
Terkait pandangan ahli hukum Unair yang takut nantinya kasus ini akan di SP3, Idris mengaku pihaknya sudah semaksimal mungkin menyertahkan bukti-bukti yang diminta Kejaksaan. Menurutnya, hal itu tergantung pada Criminal Justified, dimana bisa ada satu pemahaman terhadap penyelesaian penyidikan kasus tersebut.
“Mudah-mudahan dari ahli hukum dapat mendukung kami untuk segera menrampungkan kasus ini,” ungkapnya.
Pemenuhan bukti peran aktif Bambang DH, seperti permintaan dari Kejaksaan, Direskrimsus Polda Jatim ini menegaskan, peran aktif yang bagaimanakah ? Sebab, peran aktif bisa dibedakan antara tindakan dan siasat. Menurutnya, penyidik Polda sudah semaksimal mungkin untuk melengkapi semua bukti-bukti yang diminta Kejaksaan.
Disinggung terkait kendala apakah dalam pemenuhan petunjuk yang diminta Kejaksaan, Perwira dengan tiga melati dipundaknya ini menambahkan, permintaan dari Kejaksaan adalah seputar peran aktif Bambang DH. Maka, hal itu tidak dapat dipandang satu sisi saja. Sebab, hukum tidak bisa ditafsirkan hanya oleh satu orang saja.
“Setiap orang kan mempunyai pandangan hukum yang berbeda. Tergantung pada cara pandang masing-masing orang,” tandasnya. [bed]

Tags: