Peran Pendidik dalam Menghentikan Bullying di Sekolah

Oleh :
Amalia Nur Fadhila
Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Sekolah merupakan salah satu tempat dimana kita untuk menutut ilmu. Sekolah tidak terlepas dari seorang pendidik yang mana menjadi teladan kita dalam belajar, pendidik menjadi seseorang yang kita percaya dilingkungan sekolah.

Bullying merupakan suatu tindakan penindasan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang dianggap lemah. Kejadian dapat dikatakan bullying apabila seseorang melakukan tindakan atau ucapan yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh seseorang tersebut.

Sekolah yang tidak ada kasus bullying dapat menciptakan rasa aman, nyaman, dan efektif dalam menuntut ilmu sehingga dapat tercapainya situasi belajar yang efektif berbeda dengan sekolah yang tidak memperhatikan kasus bullying dalam lingkungan seperti ini membuat siswa malas, takut dan tidak bisa bersosialisasi dengan temen-temennya karena merasa ia menjadi bahan bullying dari teman-temannya.

Bullying merupakan masalah yang sudah ada sejak lama yang terjadi pada anak-anak hingga remaja, kasus seperti ini terjadi akibat perbedaan yang ada pada diri masing-masing anak. Bullying bisa terjadi dimana dan kapan saja, tempat yang paling sering terjadinya bully adalah sekolah. Banyak kasus bully terjadi disekolah, pendidik jarang memberikan sosialisasi tindakan bullying kepada peserta didik membuat peserta didik dapat berlaku semena-mena terhadap teman yang lain.

Di zaman saat ini yang serba modern masih banyak terjadi bullying dimana ada anak yang dibully melalui media sosial hingga bertemu dan akhirnya terjadilah kasus pembullyan hingga kekerasan. Kasus bullying dapat berupa tindakan yang menyakiti fisik seseorang, seperti menendang, mendorong, merobek baju, memukul dan lain sebagainya. Kasus bullying juga dapat berupa verbal, misalnya mengejek dan menghina penampilan seseorang yang dianggap berbeda. Mungkin karena penampilannya yang lebih gendut, kurus, dan hitam. Yang seharusnya ini dijadikan sebagai keberagaman dalam kehidupan sehingga dapat menjadi satu kesatuan tanpa membedakan suku, ras, dan antar golongan.

Kasus bully biasa terjadi pada siswa yang dianggap lemah oleh temen sebayanya sehingga anak tersebut hanya bisa pasrah saat di bully oleh teman-temannya.Peran pendidik sangat penting untuk mencegah terjadinya bully dilingkungan sekolah. Pendidik dapat memberikan pengertian kepada semua peserta didik untuk tidak membeda-bedakan teman, menghormati dan menghargai sesama teman. Sehingga peserta didik dapat memahami dan tidak membully keadaan fisik temannya tersebut.

Terkadang pendidik hanya menganggap tindakan atau ucapan yang menyakiti peserta didik hanya sebagai gurauan atau masalah biasa sehingga tidak membuat efek jera bagi pelaku bullying. Sesungguhnya perbuatan tersebut dapat mengakibatkan perubahan besar bagi diri anak yang dibully. Dampak pembullyan tersebut antara lain perubahan sikap, fisik perilaku dan psikologisnya. Bahkan banyak kasus sampai pada kematian akibat tidak kuatnya mental dalam menerima pembullyan tersebut.

Banyak kasus yang kita lihat ditayangan televisi dimana kasus bullying di sekolah banyak terjadi terkadang tidak hanya dilakukan oleh teman kelasnya sampai pendidik pun juga melakukan bullying terhadap siswanya. Kasus terjadi biasanya pembullyan fisik yang mana dilakukan pendidik hal ini memicu bullying yang dilakukan oleh teman-teman kelas. Hal ini miris sekali karena pendidik yang seharusnya dapat menjadi pelindung bagi korban bullying tetapi malah menjadi orang yang melakukan bullying. Oleh sebab itu dalam dunia pendidikan harus dapat menghentikan kasus bullying yang masih marak terjadi di sekolah saat ini

Pendidik yang baik seharusnya dapat memberikan sosialisasi untuk peserta didik untuk stop melakukan tindakan bullying terhadap teman sebaya. Apabila ada kasus pembullyan disekolah pendidik seharusnya dapat menanggapi masalah tersebut dengan serius. Misalnya melakukan observasi dengan memberikan nasehat kepada anak tersebut agar tidak membully temannya, kemudian apabila sudah diberikan nasehat jika masih melakukan pembullyan maka diambil tindakan tegas agar membuat efek jera kepada anak yang melakukan pembullyan.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi stop bullying dapat mengurangi kasus bullying yang terjadi di sekolah sehingga menciptakan situasi belajar yang nyaman, aman dan efektif sehingga membuat prestasi akademik siswa dapat maju tanpa dibayangi rasa takut, tidak percaya diri dan malas akibat bullying yang dilakukan oleh teman kelasnya. Dengan adanya stop bullying membuat sekolah menjadi tempat menuntut ilmu yang nyaman.

Pendidik dan pihak sekolah dapat mensosialisasikan stop bullying dengan cara memberikan waktu untuk bimbingan konseling dengan mensosialisasikan dampak bullying, sanksi bullying dan jika sudah terjadi bullying maka anak tersebut harus diberi pendampingan agar dapat melewati rasa trauma akibat bullying yang terjadi pada dirinya. Pendidik harus mengambil langkah tegas dalam kasus bullying ini agar anak yang mengalami bullying tidak merasa sendiri dan merasa aman karena mendapat pendampingan dari pendidik

Karena masih sering di jumpai tindakan bullying di sekolah yang hanya dianggap sebagai bercandaan semata, yang sebenarnya hal tersebut memberikan dampak besar bagi korban bully itu sendiri. Akibat ketidaktegasan pendidik serta pihak sekolah membuat anak tersebut takut untuk bersekolah, takut bertemu temannya, mengganggu proses belajar di sekolah, membuat kesehatan menurun dan yang paling parah hingga membuat korban mengakhirinya hidupnya. Oleh sebab itu pendidik seharusnya dapat lebih memperhatikan jika ada kasus bully yang terjadi di sekolah.

Jangan pernah menganggap remeh keadaan korban bullying, karena keadaan psikologis setiap orang berbeda-beda. Memang ada yang ketika mendapat perilaku bullying menjadi termotivasi dan bersemangat untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi pribadi yang baik bahkan melawan kembali tindakan bullying yang terjadi kepada dirinya. Akan tetapi sebagian korban bullying lebih memendam dan memilih diam terhadap bullyan yang ia terima, hingga menyebabkan korban mengambil langkah yang salah.

Berdasarkan informasi diatas bahwa peranan guru dan pihak sekolah sangatlah berpengaruh terhadap stopnya kasus bullying di sekolah, oleh sebab itu diperlukannya ketegasan serta tindakan serius jika ada kasus bullying di sekolah. Hal tersebut dapat membuat perilaku bully dpaat dicegah serta apabila ada kasus tersebut dapat segera diselesaikan sehingga korban yang mengalami bullying tidak mengalami dampak yang parah.

Diharapkan dengan adanya penulisan ini, pendidik dan pihak sekolah dapat lebih memperhatikan dan mensosialisasikan stop tindakan bullying di sekolah agar terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan nyaman. Dengan stop bullying akan membuat prestasi belajar peserta didik meningkat sehingga menumbuhkan generasi yang gemilang untuk masa depan. Sehingga dapat membuat generasi yang memajukan negara sehingga menjadi negara yang maju dengan tingkat pendidikan bagus dapat bersaing di kancah internasional karena sumber daya manusia yang maju.

————- *** —————-

Tags: