Peran Perempuan Hebat Jatim Lawan Covid-19

Kepala DP3AK Provinsi Jatim, Andriyanto bersama Ketua Forum Puspa Gayatri Jatim, Handari Y Alchosih saat berbincang soal peran perempuan dalam penanganan Covid-19.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, perempuan-perempuan hebat di Jatim diminta lebih inovatif dan kreatif di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Sebab peran perempuan di keluarga sangat vital saat ini, apalagi setelah adanya social distancing hingga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Andriyanto menuturkan, kebijakan di rumah saja untuk memutus penularan Covid-19 bisa saja menimbulkan masalah dalam keluarga. Seperti pendapatan keluarga yang menurun, anak-anak yang bosan di rumah saja atau ibu-ibu yang akan mudah marah karena melihat rumah berantakan.
“Berdasarkan data dari Simfoni, jumlah kekerasan pada perempuan dan anak hingga Maret 2019 mencapai 254 kasus kekerasan di Jatim. Dari jumlah itu 40 persen kekerasan ada di rumah tangga. Untuk itu, kebijakan di rumah saja ini bisa saja jadi persoalan yang disebabkan kondisi ekonomi yang menurun,” kata Andriyanto, dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Untuk itu, kehadiran perempuan-perempuan hebat di Jatim harus mampu mengelola persoalan ini dengan baik. Dalam artian bagaimana menciptakan kreatifitas dalam rumah tangga, terciptanya kondisi yang kondusif, membuat anak lebih kerasan di rumah dan memunculkan gagasan dan ide yang bagus.
“Peran emansipasi perempuan disini sangat penting. Bagaimana peran perempuan ikut membangun rumah tangga dalam situasi pandemi Covid-19. Saat suami tidak bekerja lagi, perempuan diharapkan bisa mengangkat perekonomian keluarga. Seperti membuat makanan atau kue yang bisa dijual selama Ramadan ini,” tutur Andriyanto.
Menurut dia, kehadiran organisasi-organisasi yang peduli terhadap perempuan dan perlindungan anak juga sangat penting di tengah pandemi Covid-19 ini. Contohnya yang dilakukan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteran Perempuan dan Anak (Puspa) Gayatri Jatim, yang memberikan informasi-informasi yang harus dilakukan ibu-ibu selama pandemi Covid-19.
“Mungkin bisa diinformasikan apa saja yang harus dilakukan ibu-ibu saat di rumah. Ibu-ibu harus lebih kreatif dan inovatif selama program di rumah saja ini. Seperti membuat jadwal selama Ramadan, ibu juga bisa membuat pesantren di rumah. Bisa bersama-sama membuat taman dan lain sebagainya. Intinya perempuan Jatim harus berperan,” ungkapnya.
Andriyanto juga memberikan pujian pada Forum Puspa Gayatri Jatim karena tak sekadar memberikan informasi, tapi juga ada aksi nyata dengan membuat Aksi Donasi 1.000 Masker. “Aksi ini merupakan bentuk kepedulian Forum Puspa Gayatri Jatim. Dan hasilnya aksi ini bisa mengumpulkan 2.000 masker. Saya sangat mengapresiasi aksi ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Puspa Gayatri Jatim drg Handari Y Alchosih MKes mengatakan, Aksi Donasi 1.000 Masker ini telah berhasil mengumpulkan ribuan masker. Sebanyak 2.000 masker diserahkan ke Gugus Tugas Covid-19 Jatim dan penyerahan masker diterima langung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (28/4).
“Kami juga akan membagikan sebanyak 500 masker kepada para lansia dan komunitas perempuan marginal. Selain itu, kami juga akan bagikan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 ini. Kami berharap bantuan kami ini bisa membantu pencegahan Covid-19 di Jatim,” tandasnya.[iib]

Tags: