Perbankan di Malang Raya Masih Stabil di Saat Pandemi Covid-19

Kepala Otoritas Jasa (OJK) Keuangan Malang Sugiarto Kasmuri.

Kota Malang, Bhirawa.
Kepala Otoritas Jasa (OJK) Keuangan Malang Sugiarto Kasmuri, mengutarakan, bahwa ditengah pandemi Covid 19, kondisi perbankan di Malang Raya masih stabil. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan nasabah tidak perlu khawatir. Apalagi pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK.

Sugiarto Kasmuri mengatakan bahwa di tujuh wilayah kota/kabupaten yang menjadi wilayah kerja, Malang Raya, yakni Pasuruan, dan Probolinggo. “Kondisi perbankan tetap terjaga dengan baik. Meski di tengah pandemi Covid-19, rasio kredit bermasalah di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo masih menunjukkan kondisi yang terkendali jauh di bawah 5 persen,” tukasnya.

Bahkan lanjut dia, pertumbuhan kredit pada akhir April 2020 masih menunjukkan positif sebesar 10,33 persen. Secara yoy, dibandingkan posisi akhir April 2019. Hal ini juga didukung dengan penghimpunan dana (dana pihak ketiga) secara juga masih mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,91 persen dibandingkan posisi akhir April 2019.

Selain itu, Indikator likuiditas perbankan juga menunjukkan kondisi yang baik, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 74,45 persen yang menunjukkan bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak seluruhnya disalurkan ke kredit.

Tetapi juga digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat. Hal ini juga memberikan ruang bagi perbankan untuk melakukan ekspansi kredit atau pembiayaan guna mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada periode new normal sejak pandemi Covid-19. ”OJK berharap masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar,” sambungnya.

Apabila membutuhkan informasi perbankan, dan jasa keuagan lanjut Sugiarto, dapat menghubungi kontak OJK 157 atau melalui WhatsApp 081157157157. Ditegaskan dia, OJK dan BPK senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan di sektor jasa keuangan dapat berjalan efektif untuk tujuan melindungi kepentingan nasabah. OJK, menurut Sugiarto Kasmuri, menyambut baik adanya klarifikasi BPK kepada media mengenai pemberitaan beberapa waktu lalu.

Ketua BPK OJK telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi temuan dan BPK mengapresiasi tindakan pengawasan OJK yang telah dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan mengawal penguatan kinerja perbankan, sesuai prinsip pengawasan berbasis risiko secara terintegrasi.

Sugiarto, juga mengimbau kepada seluruh jajaran industri perbankan di wilayah Malang melaksanakan kegiatan operasional dan pemasaran produk ban, wajib mengedepankan dan menjunjung tinggi integritas dan menjauhkan diri informasi hoax apalagi menggunakan informasi tersebut untuk kepentingan marketing gimmick. “Siapa pun pelakunya akan berhadapan dengan UU ITE dan aparat penegak hukum,” terangnya.

Sementara itu, pada acara silaturahmi forum halalbihalal 1441 H Badan Musyawarah, Perbankan Daerah (BMPD) secara virtual, yang dihadiri Kepala OJK Kantor Regional Jatim Bambang Mukti Riyadi dan Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim Harmanta disampaikan bahwa secara umum perbankan di Jawa Timur sebagaimana perbankan nasional, berkinerja baik dan dapat melayani kebutuhan transaksional masyarakat luas.[mut]

Tags: