Perbankan Prediksi Penarikan Uang Tunai Meningkat

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Lumajang, Bhirawa
Kalangan perbankan memprediksi peningkatan jumlah penarikan uang selama bulan puasa Ramadhan dan lebaran meningkat sampai 100 persen. Salah satunya adalah dari kalangan industri dan pelaku usaha  untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya.
“Penarikan uang tunai akan mulai mengalami peningkatan memasuki pekan pertama ramadhan hingga menjelang lebaran mendatang,” jelas Dasuki Amsir CEO BNI Wilayah Surabaya dalam kunjungan kerjanya, Minggu (29/6).
Dikatakannya, Penarikan uang tunai dalam jumlah besar akan meningkat secara signifikan mulai pekan pertama Ramadhan. Memasuki pekan kedua dan berikutnya, peningkatannya sudah mencapai 100 persen. ”Kalau di BNI Cabang Lumajang rata-rata perharinya Rp. 2 Milyar, Ramadhan pekan pertama nanti akan berlipat dua kalinya,” ungkap Dasuki Amsir.
Sedangkan, secara keseluruhan di seluruh Cabang BNI di Jatim, jumlahnya diperkirakan lebih dari Rp. 3 Trilyun. ”Angka Rp. 3 Trilyun itu dari data penarikan uang selama Ramadhan dan lebaran Tahun 2013 lalu,”paparnya. Tahun 2014 ini diprediksi akan mengalami peningkatan 7 persen sampai 10 persen. ”Ini disesuaikan dengan inflasi,” urainya.
Dalam kesempatan yang sama Dasuki Amsir juga menjelaskan, di ATM-ATM yang tersebar di berbagai tempat yang jumlahnya mencapai 1.390 titik, akan disiapkan stok uang untuk kebutuhan masyarakat selama ramadhan, lebaran dan libur lebaran mendatang.  ”Bahkan selama libur lebaran, staf yang bertugas mengawasi dan mengisi stok uang di ATM, tetap menjalankan tugasnya,”tandasnya serius. Hal ini untuk memberikan kemudahan masyarakat. yang libur lebaran melakukan transaksi penarikan uang di ATM. Jadi, ATM tidak boleh kosong stok uangnya. ”Semuanya uang pecahan baru,” paparnya.
Sedangkan untuk penukaran uang pecahan baru yang biasanya dibutuhkan masyarakat saat lebaran, telah diantisipasi oleh BNI. Dimana, BNI berkoordinasi dengan BI (Bank Indonesia) sebagai penanggungjawab sirkulasi untuk uang pecahan baru. Karena, BNI hanya menyalurkan saja kepada masyarakat.
“Secara prinsip BNI akan menyiapkan berapapun pecahan uang baru yang dimintakan masyarakat,”imbuhnya. Bahkan tidak dibatasi jumlah penukarannya, sepanjang stoknya ada. ”Meski begitu, akan diterapkan prinsip pemerataan untuk penukarannya,”tukasnya. Namun tetap komitmen menyediakan uang pecahan baru sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan masyarakat. [yat]

Tags: