Percepat Pengobatan, Fasilitas Swab Drive Thru Laik Diperbanyak

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kiri) di depan Dirut PT Indofarma, Arief Pramuhanto (kanan), Jumat (5/2).

Jakarta, Bhirawa.
Fasilitas pemeriksaan Covid-19 dengan skema Drive Thru di berbagai daerah, baik Swab antigen maupun PCR, layak diperbanyak. Seiring tingginya penyebaran virus Covidi-19, yang terus memakan korban hingga sejutaan.

“Masyarakat semakin menyadari pentingnya melakukan tes terhadap diri pribadi maupun keluarga. Namun kebanyakan mereka takut ke Rumah Sakit, karena khawatir terpapar Corona. Layanan tes Covid-19 secara Drive Thru, merupakan salah satu solusinya,” papar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didepan Dirut PT Indofarma, Arief Pramuhanto, Jumat (5/2).

Ketua MPR RI mendorong perusahaan farmasi PT Indofarma lewat anak usahanya PT Framalab Indo Utama, agar memperbanyak fasilitas pemeriksaan di berbagai daerah. Seperti halnya yang sudah dibuat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II.

Bambang Soesatya minta, lokasi pemeriksaan Covid-19 drive thru hendaknya diperluas ke berbagai pusat kota. Maupun titik- titik wilayah strategis lainnya, khususnya di daerah. Mengingat, walaupun angka pemeriksaan (testing) Covid-19 di Indonesia sudah melebihi standar WHO, per Januari 2021, sudah mencapai 290.764 orang/minggu. Atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%. Namun perdebatan testing ya belum merata ke berbagai daerah.

“Indofarma dengan kekuatan bisnis dan jaringan nya, harus bisa hadir ke berbagai daerah. Untuk membuat pelayanan pemeriksaan Covid-19 secara Drive Thru. Karena kunci mengendalikan penyebaran Covid-19 adalah testing, tracing dan treatment. Semakin banyak warga yang di test dan di tracing, semakin cepat kita memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” jelas Bamsoet.

Dikatakan, selain membantu pemerintah dalam testing dan tracing, Indofarma melalui berbagai anak usaha nya, juga bisa ber- kontribusi dalam treatment (pengobatan). Yakni bekerjasama dengan jasa perhotelan, Pemda dan Satgas Penanganan Covid-19. Untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri, sekaligus alat kesehatan dan penunjang kesehatan lainnya. Bagi warga yang terjangkau Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Pasien OTG yang melakukan isolasi mandiri di rumah ataupundi hotel, yang bukan disiapkan Satgas Covid-19, justru malah ber- potensi menyiarkan virus ya ke orang lain. Karena itu, pasien OTG, seharusnya di karantina di hotel yang telah disiapkan, dengan prosedur penanganan secara medis,” papar Bamsoet.

Ditekankan, agar target proses vaksinasi yang dicanangkan KemenKes, bisa sukses tercapai. Antara lain vaksinasi terhadap 1,48 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta pelayan publik (TNI, Polri dan petugas lainnya). Yang ditargetkan tuntas pada April2021. Sehingga masyarakat umum bisa segera mendapatkan vaksinasi mulai April 2022.

“vaksinasi massal bai tenaga kesehatan yang dilakukan di Istora Senayan, kemarin, hendaknya bisa diperluas untuk masyarakat umum. Mengingat vaksinasi harus dilakukan dalam waktu singkat dengan sasaran seluas mungkin, agar terbentuk kekebalan komunitas. Terpenting, teknis ya diatur dengan sangat ketat, agar tidak menciptakan kerumunan,” tutur Bambang Soesatyo. (ira)

Tags: