Perda No 5 Tahun 2020 dapat Merugikan Rakyat Kecil

Ketua Cabang PMII Bondowoso, Saiful Khoir. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso mengecam tindakan eksekutif dan legislatif yang dinilainya secara diam-diam mengesahkan Perda No 5 Tahun 2020, terkait jarak toko modern dan pasar tradisional menjadi berdekatan dari 1000 meter menjadi 50 meter.

Menurut Ketua Cabang PMII, Saiful Khoir bahwa tindakan eksekutif dan legislatif dengan mengesahkan Perda tersebut dapat merugikan rakyat kecil yang mencari jalan usaha melalui pasar tradisional.

“PC PMII Bondowoso mengecam keras tindakan pemkab terkait disahkannya Perda No 5 Tahun 2020,” kata Khoir saat dikonfirmasi awak media, Selasa (16/2).

Dijelaskannya, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 Tahun 2020. Dimana Pasal 21 ayat (2) poin a disebutkan, antara toko swalayan dengan pasar rakyat paling dekat radius 50 m (lima puluh meter).

“Jarak itu sangat jauh perubahannya dibandingkan dengan Perda sebelumnya. Yakni Perda nomor 3 Tahun 2012. Dalam Pasal 7 ayat (3), jarak pusat perbelanjaan dan toko modern paling dekat 1.000 (seribu) meter,” jelasnya.

Pihaknya pun menyayangkan, jika dengan alasan menertibkan pasar modern yang melanggar perda, pemerintah justru membuat aturan secara diam-diam yang memuluskan toko modern untuk masuk berdampingan dengan pasar tradisional.

“Dengan adanya perda ini, maka jelas akan menekan keberadaan pasar tradisional dan akan merugikan rakyat kecil, dalam hal ini pemerintah terlalu gegabah dalam mengambil keputusan,” urainya.

Pemerintah harusnya mengkaji terlebih dahulu dengan melibatkan berbagai elemen terkait pembuatan Perda. Sebelum Perda tersebut kemudian disahkan.

“Pemerintah seakan-akan pro terhadap korporat dari pada rakyat kecil,”paparnya.

Lanjut dia, pemerintah seharusnya fokus untuk menata dan mengembangkan pasar yang sudah ada untuk kemudian menjadi lebih nyaman, bukan malah membuat kegaduhan seperti ini.

“Kami tegaskan, jika pemerihtah enggan merespon aspirasi kami, maka PC PMII siap mengerahkan seluruh kader untuk menyelesaikan persoalan ini,”pungkasnya. [san]

Tags: