Peredaran Uang Dalam Pemilu Capai Rp85 T

Poitik-UangJakarta, Bhirawa
Dalam Pemilu 2014 ini uang yang beredar mencapai sekitai Rp 85 triliun. Dana sebesar itu berasal dari APBN dan dari kantong para Caleg juga dari para donatur Partai Politik (Parpol). Tercatat dana kampanye terbesar dari partai Demokrat, mencapai Rp267 miliar. Disusul partai Gerindra sebesar Rp210 miliar, dan partai PDIP sebesar Rp205 miliar.
“Sulit menghitung standar akurasi pelaporan dan penerimaan dana kampanye Parpol. Sebab pembukuan Parpol tak ada standar yang acountable,” papar Yusfitriadi dari Dewan Pembina Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPRy) dalam dialog kenegaraan di loby DPD RI dengan tema ” Berapa Dana Kampanye Para Caleg” hari Rabu (2/4) sore.
Menurut Yusfitriadi, laporan awal dana kampanye tidak mencerminkan pengeluaran dan penerimaan yang sebenarnya. Bahkan dibeberapa laporan kasus Parpol, memanipulasi laporan awal dana kampanye. Parah nya, KPU tidak tegas dalam menindak Parpol yang telat melapor, laporan awal dana kampanye.
“KPU hanya berani menindak Parpol ditingkat Kabupaten/Kota yang tidak atau telat melapor. Bawaslu juga tidak melakukan pengawasan dalam pelaporan dana kampanye itu,” tandas Yusfitriadi.
Menyoal money politics dalam kampanye Pemilu 2014 ini, Caleg DPD Dapil Jateng Popy Dharsono mengaku, dalam kampanye ini dia menyiapkan sekitar Rp1,5 miliar. Dana itu dipakai sebagai ongkos kampanye atau cost politik bukan money pilitik. Memang benar dia membagi-bagi uangnya, tetapi uang yang dibagikan tersebut untuk membangun koperasi.
“Juga untuk membangun Rumah Tani di Kutoarjo-Jateng, wilayah Dapil saya. Dalam Rumah Tani itu para petani bisa berembug dan saling tukar informasi dan solusi masalah mereka,” tutur Popy Dharsono.
Dia menganggap wajar Caleg DPD maupun DPR mengeluarkan dana dalam kampanye. Ongkos wira wiri dan blusukan, beaya memberi makan para calon pemilih, kaos, cetak seleba ran, plakat-plakat, semua pakai dhuwit. Jadi wajar jika seorang Caleg mengeluarkan beaya untuk ongkos kampanyenya. Yang tidak wajar, jika pengeluarannya melebihi batas wajar beaya kampanye
”Beaya wajar kampanye Caleg DPD lebih kecil dibanding Caleg DPR. Untuk Caleg DPD Pemilu ini saya menyiap kan Rp1,5 miliar. Untuk Calerg DPR pasti lebih besar lagi,” ujar Caleg incumbent DPD Popy Darsono.  [ira]

Tags: