Perekonomian Jalan Kembali Bila Bunga Kredit UMKM, Koperasi, KTA, Diturunkan

Jakarta, Bhirawa.
Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2020, lusa, para pimpinan MPR RI berharap; Pidato Presiden Jokowi bisa membuat rakyat tenang dan membangkitkan semangat rakyat. Untuk tetap teguh dalam kebersamaan, mengatasi pandemi Covid-19. 

“Menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, kita seperti dalam darurat perang yang tidak jelas kapan selesainya. Produksi menurun diikuti perekonomian dan daya beli masyarakat anjlok,” papar Wakil Ketua MPR RI Dr Jazilul Fawaid (PKB) dalam diskusi 4 Pilar MPR RI dengan tema “Sidang Tahunan MPR RI – Optimisme dan Harapan Ditengah Pandemi”, Senin sore (10/8). Nara sumber lainnya, wakil ketua MPR RI Prof Fadel Muhamad (Golkar).

Lebih jauh, Jazilul menyatakan, pemerintah telah berupaya dengan berbagai cara untuk mengupayakan agar daya beli rakyat tetap berjalan dan rakyat tidak sampai kelaparan. Seperti Kartu Pra Kerja menjadi Kartu Bantuan, memberi subsidi gaji karyawan swasta Rp600 ribu selama 4 bulan kedepan. Namun upaya pemerintah semua ini hanya bisa menjaga agar penurunan tidak drastis dan daya beli rakyat tetap ada.

“Selama pandemi ini, yang penting rakyat tenang dan tidak sampai lapar. Kenyataan memang berat, tapi kita tetap optimis bahwa dalam keadaan sulit ini kita tetap harus ber-sodakoh,” ajak Jazilul Fawaid,

Fadel Muhamad tetap konsen pada upaya membantu UMKM dan Koperasi, agar tetap bisa hidup. Diusulkan, agar bunga kredit Bank diturunkan, bagi UMKM dan Koperasi yng kolaps terdampak Covid-19. Juga usaha kecil pedagang di pasar dan banyak PNS dengan Kredit Tanpa Anggunan (KTA), selayaknya bunga kredit juga diturunkan. 

“Sekarang ini likuiditas ekonomi, keuangan sangat seret. Banyak pengusaha yang dapat ijin kredit Rp100 miliar, hanya bisa cair Rp20 miliar saja. Sisanya, di stop. Lalu kelanjutan usahanya bagaimana? Sekarang semua menunggu,” ungkap Fadel.

Menurut Fadel, dana yang ada ditangan pemerintah pusat APBN dan di pemerintah daerah APBD, mutlak harus segera dibelanjakn.
Agar dana yang mengalir, menghidupkan kembali perekonomian dan daya beli rakyat tumbuh kembali. 

“Saya khawatir, memasuki resesi sekarang ini, kondisi kita makin terpuruk. Kita menghadapi pertumbuhan ekonomi minus, 5,3%. Jika sedemikian halnya, reshuffle Kabinet hemat saya bisa memberi harapan baru buat masyarakat,” usul mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad. (ira)

Tags: