Pergub Nakes Ditarget Rampung Akhir Desember

pengesahan-ruu-tenaga-kesehatan-mendapat-penolakan-kOTSurabaya, Bhirawa
Menyambut AFTA tahun 2015, pembahasan  Pergub Tenaga Kesehatan  (Nakes) terus dilakukan. Pergub yang mengatur system kerja para tenaga medis dan kesehatan ini dipastikan rampung akhir tahun 2014.
”Kita yakin Pergub Nakes akan rampung sebelum tahun 2015, jika tidak tenaga kesehatan asing akan dengan mudahnya masuk ke Jatim tanpa ada aturan yang mengikatnya,” ujar Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono.
Harsono mengatakan, dalam penetapan Pergub, pemerintah akan melakukan sosialisasi ke publik selama enam bulan, setelah itu baru diterapkan. Dalam sosialisasi Pergub masyarakat atau stakeholder akan mengetahui isi dari Pergub Nakes.
”Kita tidak ingin pemberlakukan Pergub ini tidak diketahui banyak pihak khususnya tenaga kesehatan. Jika ini dilakukan maka Pergub Nakes tidak dapat maksimal,” ujarnya.
Mantan Bupati Ngawi ini mengungkapkan, tahun depan banyak tenaga kesehatan dari luar akan masuk ke Jatim. Tenaga kesehatan asing akan masuk dan mewarnai rumah sakit di Jatim. Dengan adanya Pergub Nakes maka tenaga kesehatan asing tidak dapat langusng bekerja di rumah sakit dikarenakan tenaga asing harus memenuhi syarat dan kualifikasi yang telah diatur dalam Pergub.
”Suatu contoh jika tenaga kesehatan asing masuk ke Jatim maka minimal tenaga asing tersebut harus menguasai Bahasa Indonesia,” ucapnya.
Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim, dr Dodo Anondo MPH mengungkapkan, saat ini banyak dari pemerintah daerah (kabupaten/kota, red) dan rumah sakit kesulitan dalam menempatkan sumber daya Nakes. Di satu sisi ada daerah yang kelebihan Nakes di sisi lain ada daerah yang kesulotan penyedian tenaga Nakes.
“Kita ingin Pergub ini dapat mengakomodir atau mengatur bagaimana Nakes dapat ditempatkan,” ujarnya.
Menurutnya, Pergub ini akan menjadi payung hukum bagi rumah sakit dan Nakes dalam mendapatkan haknya.   Selama ini ada sebagian kasus Nakes yang ditempatkan di daerah terpencil belum mendapatkan penuh haknya, sehingga Pergub ini perlu direalisasikan. Selain itu ada sebagian Nakes yang memilih daerah-daerah besar di Jatim dikarenakan mudah masalah aksesnya.
“Pergub ini nanti akan mengatur bagiamana pembiayaan Nakes di daerah terpencil dan kota besar selain itu juga pengaturan persebaran di daerah. Kita tidak ingin Nakes kedepan hanya berkumpul di kota besar,” jelasnya. [dna]

Tags: