Peringati Harkitnas ke 106 Tahun, Aktivis – Mahasiswa Tolak ACFTA

Surabaya, Bhirawa
Komite Bersama Rakyat (KOBAR) yang terdiri dari gabungan FSBK, SPN Surabaya, Lamri, Sebumi, GMNI Surabaya, SPRI, ISBS, dan Amukti Wijaya, serta mahasiswa berbagai elemen kekuatan massa di Surabaya gelar aksi dan teatrikal didepan Grahadi Jl. Gubernur Suryo untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional menolak ACFTA, Selasa (20/5).
“Apapun itu alasannya, ACFTA hanya akan membuat rakyat menjadi sengsara dan tertindas. Perekonomian Negara Indonesia akan diporakporandakan oleh kekuatan asing, dan rakyat yang akan menjadi korban nantinya,” tukas Andie Peci selaku koordinator aksi.
Menampilkan aksi teaktrikal, beberapa orang dengan atribut masing-masing, mulai dari petani, pengusaha serta mahasiswa, terkurung dalam jeruji yang terbuat dari bambu dengan pengamanan yang sangat ketat, sebagai simbolisasi betapa sengsaranya rakyat akan menderita dengan dibukanya ASEAN – CHINA Free Trade Agreement (ACFTA).
Sekarang , tambah Andie, cita-cita menjadi Negara yang mandiri dan berdikari secara ekonomi politik itu sirna. Penyebabnya tidak lain karena adanya perdagangan bebas. Salah satu instrument perdagangan bebas adalah ASEAN-CHINA Free Trade Agreement (ACFTA).
” Perjanjian ACFTA ini akan semakin memperparah penurunan daya saing produk industry, terutama industry padat karya,” tambahnya.
Dan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 106 tahun, KOBAR mengingatkan masyarakat serta segenap seluruh eleman rakyat di Surabaya dan Indonesia untuk bangkit dan melawan, menolak rencana ACFTA yang hanya akan merugikan rakyat Indonesia.
” ACFTA bukan soal siap atau tidak siap Negara ini. China telah menyiapkan secara matang dan sistematik tentang ACFTA ini. Produk Cina sangat kompetitif karena mengoptimalkan pasar dalam negeri yang dilindungi dahulu ketika belum mampu bersaing secara global. Meski ditekan dari berbagai Negara sehingga produknya bisa dijual murah diberbagai Negara karena nilai tukarnya rendah,” tegasnya.
Selain menolak rencana ACFTA, pada aksinya bertepatan dengan peringatan Harkitnas 2014, massa KOBAR dan mahasiswa lakukan long march ke pemerintahan Kota (Pemkot) untuk menempelkan spanduk yang bertuliskan ‘Hentikan Perdagangan Bebas, Stop ASEAN-CHINA Free Trade Agreement (ACFTA)’ di depan kantor Pemkot.
” Pesta politik di pemilu legillatif dan pemilihan Presiden tahun 2014 ini tentu saja jauh dari harapan kemandirian ekonomi politik bangsa. Karena tak satupun calon presiden dari partai politik yang secara tegas berani menghentikan ACFTA yang jelas-jelas merugikan rakyat dan bangsa kita,” tutur Andie. [geh]

Tags: