Peringati Ke-66 Hari Satlantas, Polres Madiun Angkat 66 Anak Yatim Korban Covid-19

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami mendampingi Kapolres Madiun, AKBP Jury Leonard Siahaan, Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Firman Widyaputra LS foto bersama anak yatim piatu, Jumat (17/9). (sudarno/bhirawa).

Kab Madiun, Bhirawa
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-66, Polres Madiun menggelar giat Vaksinasi massal dan Pengangkatan orang tua asuh anak yatim piatu yang terdampak Covid-19, Jum’at (17/9).

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Polres Madiun meluncurkan gerakan ‘Sapa Saya :1 Polantas 1 Anak Yatim Piatu’. Gerakan tersebut bertujuan membantu anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya sehingga mendapatkan pendampingan dan bantuan agar tetap bisa bersekolah dan melanjutkan hidup untuk menggapai cita-citanya.

Demikian dikatakan oleh Kapolres Madiun, AKBP Jury Leonard Siahaan, saat peringatan Hari Lalu-lintas Bhayangkara yang ke-66, di Joglo Mapolres Madiun, Jumat (17/9).

“Ini merupakan salah satu rangkaian Hari Lalu-lintas Bhayangkara ke-66, yaitu mengangkat 66 anak dari warga Kabupaten Madiun yang orang tuanya meninggal akibat covid-19,”kata Kapolres Madiun.

Seperti dirasakan bersama, lanjut Kapolres, pandemi yang belum berakhir hingga saat ini berpengaruh bukan pada bidang kesehatan maupun ekonomi saja, namun juga di bidang sosial dan pendidikan, terlebih bagi anak-anak yatim dan yatim piatu. “Sapa Saya” satu polantas satu anak yatim piatu

Disebutkan Mantan Kapolres Grobogan, Jawa Tengah ini, selain 66 anak yatim dan yatim piatu yang diangkat anak asuh oleh anggotanya, pihaknya sudah lebih dulu mengasuh 283 anak korban covid-19 melalui program yang di prakarsai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun.

“Selain 66 anak ini, kami sebelumnya juga sudah ikut program yang diakomodir oleh Pemkab Madiun, yaitu mengasuh sedikitnya 283 anak korban covid-19,” jelasnya.

Untuk pola pengasuhan, dijelaskan Jury, setiap anggota mengangkat satu anak, yang setiap bulan nantinya bakal dikirimkan sejumlah uang melalui rekening yang telah disiapkan. Selain berupa materi, bapak asuh juga berkewajiban menyapa anak angkatnya, membina, memberikan pendampingan psikologi dan memantau kebutuhan mereka.

“Pola pengasuhannya, setiap bulan anggota akan mengirimkan sejumlah uang kepada anak asuhnya, melalui rekening yang sudah disiapkan. Jadi, nanti mereka tinggal ambil. Selain uang, setiap orang tua asuh juga harus bertanggungjawab terhadap moral anak, dengan terus berinteraksi dengan mereka, membina, menanyakan apa yang menjadi kebutuhannya,” jelas Kapolres Madiun..

Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Firman Widyaputra menambahkan, dirinya tidak ingin hal ini hanya sebagai seremonial saja tanpa kelanjutan. Untuk itu Firman menegaskan kepada anggotanya, untuk selalu memantau anak asuhnya.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Firman mengaku sengaja menggandeng Bank BRI untuk memfasilitasi buku rekening bagi masing-masing anak asuh anggotanya. Hiburan, sulap dan badut sebagai upaya trauma healing anak-anak yatim korban Covid-19.

“Untuk nominal uang yang dikirimkan, bervariasi menyesuaikan kemampuan masing-masing anggota,” ujar Kasatlantas seraya menambahkan, “Selain pembagian tali asih, kita juga datangkan badut dan sulap sebagai salah satu usaha menghibur dan trauma healing akibat pandemi,” pungkas Firman. (dar)

Tags: