Perizinan Teknis Tak Boleh Lamban

Dr H Akhmad Sukardi

Dr H Akhmad Sukardi

Pemprov Jatim, Bhirawa
Terus meningkatnya iklim investasi  dan perekonomian Jawa Timur menuntut percepatan segala proses perizinan teknis. Untuk itu Pemprov Jatim terus memacu kinerja satuan perangkat kerja daerah (SKPD), s meningkatkan pelayanan terutama perizinan dengan cepat, tepat dan terarah.
“Makanya kita mengadakan evaluasi jika ada hal-hal yang kurang bagus dan tidak sesuai dengan prosedur. SKPD dihimbau untuk tetap berpedoman pada pakem Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan,” jelas Sekdaprov Jatim, Dr H Akhmad Sukardi MM, dalam Evaluasi Kinerja Pelayanan Terpadu pada tahun 2013, di Hotel Inna Simpang Surabaya, Rabu (16/4).
Menurut Sukardi, Unit Reaksi Cepat (URC) yang ada di setiap SKPD tidak boleh terlalu lamban dalam melayani perizinan teknis dalam bentuk apapun. “Secara teknis kan SKPD yang lebih mengetahui jenis perizinan juga terkait dengan tinjauan lapangan. Makanya setelah lengkap baru diserahkan ke P2T(Pelayanan Perizinan Terpadu),” tegasnya.
Sukardi mengakui, jika soal kelengkapan ini kemungkinannya masih banyak yang terlambat dan hal itu tidak boleh terjadi lagi. Jika kelengkapan itu telat, maka proses perizinannya juga akan lambat, dan dapat mengecewakan orang yang mengajukan perizinan.
“Pemprov jangan sampai mengecewakan orang-orang yang mengajukan permohonan perizinan. Oleh karena itu, hari ini (kemarin) kita kumpulkan para pejabat teknis terutama pelaksana perizinan agar mengontrol hal-hal yang kurang bagus untuk diperbaiki dan yang sudah bagus supaya dipertahankan,” urainya.
Sementara, Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jatim Jatim, Warno Harisasono mengatakan, perekonomian di Jatim dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Mulai tahun 2010 sebesar 6.68 persen, kemudian tahun 2011 sebesar 7,22 persen, tahun 2012 sebesar 7,24 persen hingga tahun 2013 mengalami sedikit penurunan sebesar 6,3 persen.
“Namun Jatim tetap masih di atas rata-rata nasional sebesar 5,78 persen,” jelasnya.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jatim ini ternyata juga didukung salah satunya oleh pemingkatan realisasi investasi yang juga meningkat. Dari data yang ditunjukkan oleh Harry, pada 2010 investasi Jatim sebesar Rp82,58 triliun, kemudian 2011 sebesar Rp110.47 triliun, lalu tahun 2012 sebesar Rp133,43 triliun serta 2013 sebesar Rp145,06 triliun.
“Jadi dalam kuru waktu empat tahun terjadi peningkatan realisasi investasi hampir dua kali lipat,” paparnya.
Harry juga menjelaskan, dengan upaya peningkatan pelayanan perijinan terpadu dan berbasis tekonologi informasi maka realisasi investasi akan terwujud karena iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing di Jatim masih cukup tinggi.
“Agar investor tertarik dan menanamkan modalnya di Jatim, Pemprov Jatim juga akan memberikan  Goverment Guarntee atau jaminan dari pemprov Jatim yakni kemudahan perizinan,” pungkasnya. [iib]

Rate this article!
Tags: