Perjuangan Gigih Guru Honorer Setiap Hari Menempuh 17 Km ke Sekolah

Jakarta, Bhirawa.
Kisah perjuangan seorang Guru honorer Andi Santoso di Jombang-Jatim, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, Andi setiap hari harus menempuh jarak 17 km, dari rumahnya di Lamongan, untuk mengajar di Sekolah Dasar Negeri Jipurapah 2- Kedung Dendeng- kecamatan Pandaan di Jombang-Jawa Timur.

Kisah heroik Andi Santoso ini, sampai ke telinga Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti. Yang meng-apresiasi kegikgihan perjuangan Andi Santoso, yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mengajar.

“Andik, mengajar dengan menempuh jarak dan waktu tempuh yang jauh. Sekolahnya juga berada di pelosok. Namun sudah 14 tahun, Andik mengabdi, meskipun berstatus guru honorer dengan gaji Rp 300 ribu per bulan. Ini perjuangan berat yang harus kita apresiasi,” seru La Nyalla didepan wartawan Parlemen.

Menurut La Nyalla, kisah kisah guru heroik yang berjuang mengajar di daerah terpencil dan jarak tempuh yang jauh, selayakny diberi penghargaan. Salah satunya bisa berupa honor yang layak dari tunjangan daerah, melalui kebijakan yang dibuat dalamklausul tersendiri. Atau diangkat menjadi PNS.

“Sudah semestinya, nasib orang-orang seperti Andi Santoso ini, diangkat setinggi- tinggi nya. Kita harus angkat para pejuang pendidikan seperti ini. Jangan melihat nya seolah itu kewajiban seorang guru honorer,” tandas La Nyalla.

Senator Dapil Jawa Timur ini ingin bertemu Andik, untuk berbincang. Agar kisah perjuangan nya menjadi penyemangat bagi kita semua.

Andi Santoso, guru honorer yang berumah tinggal di Lamongan itu, untuk mengajar di SDN Jipurapah 2 di Jombang, setiap hari harus menyeberangi 3 sungai tanpa jembatan. Bukan itu saja kesulitan jalanan yang ditempuh, Andik.

Dengan motor nya, Andik juga harus dapat melewati jalanan berlumpur yang bisa menjebak ban motor nya. Perjuangan yang melelahkan tapi sudah dijalani Andik selama belasan tahun tanpa mengeluh. Sebagai guru honorer, Andik hanya mendapat honor Rp300 ribu saja, setiap bulannya. Padahal, kalau dihitung dengan pengeluaran sehari hari, honorĀ  sekecil itu, jauh dari kata cukup. Tapi Andik mengaku ihklas. (ira.aha)

Tags: