Perkara Narkoba Jadi Pekerjaan Rumah Polres Tulungagung

Kapolres Pandia memperlihatkan barang bukti narkoba dan miras yang berhasil disita selama kurun waktu tahun 2019.

Tulungagung, Bhirawa
Kasus narkoba dan minuman keras (miras) masih menjadi pekerjaan rumah Polres Tulungagung pada tahun ini. Mereka terus akan melakukan pemberantasan terhadap barang-barang haram itu.
“Dalam tahun 2020 PR (pekerjaan rumah) kami masih pemberantasan narkoba dan minuman keras. Ini menjadi atensi kami,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Selasa (31/12).
Menurut dia, narkoba dan miras sangat merusak generasi muda bangsa. Apalagi saat ini narkoba juga menjadi bagian dari peperangan modern.
“Sekarang itu perangnya teknologi dan narkoba. Bukan lagi tembak-tebakan. Karena itu kami mengimbau pada orang tua agar lebih memperhatikan putra-putrinya jangan sampai terlibat pergaulan bebas dan hindari narkoba serta miras,” paparnya.
Dalam tahun 2019, Polres Tulungagung menangani sebanyak 158 kasus narkoba dan kesemuanya berhasil terselesaikan. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah sabu-sabu seberat 259,13 gram, 60.492 pil double L, 20 pil alrazolam, 40 obat stelan dan 133 parfum.
Sedang untuk miras. Kasus yang terungkap sebanyak 34 kasus. Dan barang bukti yang berhasil disita adalah 1.578 botol miras dari berbagai merk serta empat jerigen dan satu drum ciu.
“Jumlah kasus miras mengalami penurunan dari tahun 2018 yang sebanyak 64 kasus. Jadi ada penurunan 30 kasus,” tutur Kapolres Pandia.
Yang lebih memprihatinkan lagi, pada tahun 2019 di wilayah Kabupaten Tulungagung, menurut Kapolres Pandia, adalah angka kecelakaan lalulintas yang mencapai 1.061 kejadian dan menyebabkan 138 orang meninggal dunia.
“Jadi selama 2019 ada 1.061 kejadian laka, 138 orang meninggal dunia, luka berat nihil dan luka ringan 1.871 orang,” paparnya.
Perwira menengah polisi ini mengaku prihatin dengan banyaknya jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalulintas. Apalagi secara kuantitas angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung tahun 2019 meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 922 kejadian.
“Semakin banyaknya kendaraan yang beredar di masyarakat tentu risiko kecelakaan akan semakin tinggi juga. Makanya kami harap masyarakat berhati-hati dan tetap mematuhi aturan,” ujarnya. (wed)

Tags: