Perketat Sistem CAT, Antisipasi Kecurangan SKB

Kepala BKD Jatim dan Kepala Kanreg II BKN Surabaya Heru Purwaka meninjau peserta tes SKB disabilitas tuna netra.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Panitia seleksi CPNS meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecurangan dalam Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berbasi Computer Asissted Test (CAT). Hal ini merupakan antisipasi setelah munculnya sejumlah temuan kecurangan yang terjadi pada sejumlah daerah di luar Jawa.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Indah Wahyuni mengakui, panitia secara nasional tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecurangan SKB. Beberapa langkah yang dilakukan ialah penginstalan sistem CAT secara offline dan mepet dengan waktu pelaksanaan.
“Baru tadi pagi (kemarin) sebelum tes SKB, sistem CAT dipasang menggunakan flashdisk. Tidak lagi diunduh lewat internet. Jadi, cara ini diharapkan bisa menutup peluang remote akses dari luar,” ujar Indah Wahyuni ditemui usai meninjau lokasi SKB CPNS Pemprov Jatim di Graha Unesa Surabaya, Rabu (1/12).
Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Yuyun tersebut menjelaskan, pengetatan juga dilakukan dengan pemberian PIN sesi secara rahasia. Semula, PIN sesi itu ditampilkan di layar monitor lokasi SKB. Sehingga, setiap orang bisa melihat PIN sesi dari luar lokasi. Dalam pelaksanaan SKB, dijelaskan Yuyun terdapat tiga langkah untuk log in ke sistem CAT. Di antaranya ialah menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN peserta CPNS dan PIN sesi.
“Pemberian PIN sesi disampaikan secara lisan. Tidak lagi ditampilkan pada layar monitor. Kemudian, pihak ketiga penyedia perangkat CAT juga kita lakukan pakta integritas,” tutur mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Jatim tersebut.
Pada tahap SKB CPNS Pemprov ini, terdapat 3.597 peserta yang mengikuti tes. Dari jumlah tersebut, 2.899 peserta mengikuti tes di Graha Unesa, 706 peserta mengikuti tes di 28 titik lokasi lain dan 2 peserta mengikuti tes di KBRI Riyadh. Pelaksanaan tes dilakukan mulai kemarin hingga besok, Jumat 3 Desember.
Peserta tes SKB CPNS di Graha Unesa terbagi dalam tiga sesi, masing-masing diikuti oleh 400 peserta. 3.597 peserta SKB tersebut akan memperebutkan 1.390 formasi. Secara rinci, terdiri dari 1.337 formasi umum, 28 formasi disabilitas dan 15 formasi cumlaude.
Yuyun mengakui, antusiasme peserta SKB cukup tinggi. Hal tersebut diketahui dari angka kehadiran yang mencapai 98 persen. Pada sesi pertama, hanya 11 peserta yang tidak hadir. Satu di antaranya karena melahirkan hari ini dan akan dijadwal ulang pada 3 Desember. “Nanti kalau tidak bisa tes dengan duduk bisa mengikuti tes SKB di ambulance. Kemudian pada sesi kedua, jumlah yang tidak hadir tujuh peserta dan sesi tiga satu peserta. Jadi antusiasnya memang sangat tinggi,” tutur Yuyun.
Tahapan SKB ini merupakan seleksi akhir CPNS. Oleh karena itu, Yuyun mengimbau kepada seluruh peserta agar mengikuti tes sesuai aturan yang berlaku. Agar dapat diterima CPNS, peserta cukup berusaha menjawab soal SKB dengan benar dan terus berdoa. “Sudah itu saja yang diperlukan untuk lolos. Berusaha maksimal dan terus berdo’a, tidak usah neko-neko mencari cara lain yang tidak boleh. SKB ini sudah tahap terakhir, jadi fokus dengan terus berusaha dan berdo’a,” ujar dia.
Yuyun menegaskan, peserta SKB tidak perlu percaya dengan siapapun agar lolos CPNS. Apalagi dengan meminta inbalan tertentu. Karena semua proses seleksi CPNS ini, mulau tahap administrasi hingga tes terakhir tidak dipungut biaya. [tam]

Tags: