Perkuat Pendampingan Pelaku UMKM Milenial

Inovasi dan kreativitas merupakan faktor kunci dalam mempertahankan dan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era globalisasi ini. Menjadi logis jika pelaku UMKM Milenial dituntut harus berani tampil berkompetisi di dunia usaha, pasalnya berkreasi, berinovasi dan terus tumbuh merupakan modal utama bagi pelaku usaha. Selebihnya, pemerintah meski perlu hadir dengan memperkuat pembiayaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM Milenial.

Melalui pendampingan kepada para pelaku UMKM Milenial tersebut minimal dapat memicu kemampuan para pelaku UMKM untuk meningkatkan skill serta inovasi produk mereka agar mampu bersaing di pasar global. Terlebih di era serba digital ini, masyarakat khususnya generasi muda dapat dengan mudah belanja kebutuhan sehari-hari dengan daring atau online. Sebagai warga negara Indonesia khususnya bagi generasi penerus bangsa, kita harus mampu mengambil sikap di tengah pengaruh globalisasi yang ada.

Globalisasi yang berkembang pesat mengharuskan generasi muda bisa menyaring kembali budaya yang masuk ke dalam negeri, begitu juga dengan produk usaha. Indonesia yang notabenenya memiliki 65,46 juta UMKM mampu menyerap 97% tenaga kerja, menyumbang 60,3% pendapatan nasional, serta berkontribusi 15,6% terhadap ekspor non migas Indonesia. Itu artinya, kontribusi pelaku UMKM di negeri ini cukup bagus. Selaras dengan arahan Presiden dalam Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024. Ditambah Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkomitmen mewujudkan target rasio kewirausahaan 3,95% dan menciptakan satu juta wirausaha baru hingga 2024.

Oleh sebab itu, pemerintah patut mengapresiasi pelaku UMKM dengan mendorong pelaku usaha Indonesia agar terus tumbuh dan berinovasi menciptakan produk-produk berkualitas. Generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam memperkenalkan kepada masyarakat mengenai produk-produk buatan Indonesia dan mengajak untuk ikut bangga beli dan pakai produk- produk unggulan Indonesia. Pasalnya, untuk menjadi negara maju, tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia, melainkan juga pengusaha yang inovatif. Upaya utntuk mewujudkan hal itupun tentu dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Novi Puji Lestari
Dosen FEB Univ. Muhammadiyah Malang

Tags: