Permintaan Lumbung Padi di Bangkalan Naik

Bangkalan, Bhirawa
Lumbung Padi sebagai salah satu program ketahanan pangan, terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya pengajuan pembuatan Lumbung padi dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ke Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (BKP3) Bangkalan. “Di tahun 2014 ini, ada 7 pengajuan pembuatan  lumbung padi yang masuk kepada kami,” ujar Kabid ketersediaan Karawanan dan Distribusi Pangan BKP3, Siti Hotimah, kemarin (10/5).
Dijelaskan ke 7 pengajuang lumbung padi tersebut, berasal dari Gapoktan yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Di antaranya kecamatan Galis, Kwanyar, Trageh, Klampis, Sepuluh dan Kecamatan Socah. “Nantinya pengajuan dari Gapoktan ini, akan kami lakukan evaluasi dan verifikasi, apakah memang dibutuhkan atau tidak, termasuk indikatornya apakah hasil produksi melimpah atau tidak,” terangnya.
Menurutnya, apabila gapoktan mengajukan pembuatan lumbung padi, biasanya hasil produksi di desa tersebut melimpah. Sehingga membutuhkan tempat penyimpanan sebagai antisipasi dimusim paceklik. “Setelah hasil verifikasi baru kita selanjutnya akan memprioritaskan pebuatan lumbung padi melalui dana DAK,” tegasnya.
Sementara itu, untuk jumlah lumbung padi yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan sebanyak 47 lumbung. Dan semuanya telah dikelola secara mandiri oleh masing-masing gapoktan. “Kami berharap pembuatan lumbung padi, bisa digunakan sebagaimana mestinya, dan utamanya bisa mensejahterakan anggotanya, serta masyarakat sekitar, karena selain untuk ketersediaan pangan, lumbung padi juga berfungsi sebagai tempat distribusi pangan, untuk daerah yang rawan pangan,” harapnya. [dit]

Tags: