Perpustakaan Sidoarjo Segera Deteksi Pencurian Buku

19-pengunjung perpustakaan-ali-2Sidoarjo, Bhirawa
Pengunjung yang datang ke Perpustakaan Pemkab Sidoarjo, jangan coba-coba mempunyai niatan jelek untuk mencuri buku. Sebab mulai tahun 2015 ini, Perpustakaan Sidoarjo akan menerapkan program yang namanya Radio Frekwensi Identifikasi Barcode magnetik ( RFID). Yaitu suatu program untuk pengamanan buku dari aksi pencurian.
Menurut Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Sidoarjo, Drs Sucipto MM, didampingi Kasubag TU, Drs M Hanan, upaya ini juga agar bisa menjadi efek jera bagi pengunjung yang nakal, agar tak memcoba berbuat macam-macam.
Sucipto menjelaskan, animo masyarakat untuk berkunjung di perpustakaan Sidoarjo sangat tinggi. Sehari bisa mencapai angka 200 orang lebih. Karena animo yang tinggi, maka jam pelayanan juga ditambah, dibuka mulai jam 07.00 pagi sampai 19.00. Menerapkan program RFID ini bukan berarti suudzon pada pengunjung perpustakaan, tapi hanya waspada saja.
”Selama ini di Perpustakaan Sidoarjo sudah memakai CCTV untuk pengawasannya, dan  sempat juga menangkap pengunjung perempuan yang mencuri buku dan kemudian diminta untuk mengembalikannya. Tapi masalahnya kalau petugas sedang sibuk melayani pengunjung yang banyak, jelas tak sempat untuk mengawasi di CCTV, bisa saja dalam kesempatan itu terjadi aksi pencurian buku,” papar mantan Kabag Humas Pemkab Sidoarjo itu.
Dengan program RFID ini, ratusan ribu buku yang berada di Perpustakaan Sidoarjo akan diberi label khsusus yang tersembunyi. Apalagi sebuah buku belum diidentifikasi petugas, tapi sudah dibawa keluar oleh pengunjung, maka alram yang terpasang akan berbunyi. ”Kami meniru program RFID ini dari yang sudah diterapkan di Universitas Sunan Kalijogo Yogjakarta,” katanya.
Diakui Sucipto, selama ini pihaknya belum bisa mengidentifikasi berapa buku yang sampai hilang akibat dicuri. Sebab, iya kalau pelakunya tertangkap. Tapi kalau dengan program RFID ini buku yang akan hilang karena dicuri dipastikan akan tertangkap.
Menurutnya, bila sebuah buku di perpustakaan sampai hilang banyak faktor yang menjadi  penyebabnya. Selain karena dicuri pengunjung, bisa juga karena tak dikembalikan oleh peminjamnya. Untuk faktor yang terakhir ini, biasanya  peminjam disurati agar mengembalikan bahkan diminta untuk menggantinya. [ali]

Keterangan Foto : Pengunjung perpustakaan Pemkab Sidoarjo sehari bisa mencapai 200 orang. Tahun 2015 ini perpustakaan akan menerapkan program RFID untuk menjaga keamanan ratusan ribu buku yang dimiliki. [ali/bhirawa]

Tags: