Persekap Diambang Batas Zona Degradasi

2-ditahan imbang2 (2)Pasuruan, Bhirawa
Tuan rumah Persekap Kota Pasuruan gagal meraih poin penuh, setelah ditahan imbang atas tamunya PSMP Mojokerto dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 group VI, Sabtu (31/5) sore. Skuad The Lasser yang bermain di Stadion Untung Surapati Kota Pasuruan ini hanya mengumpulkan 9 poin dari 8 pertandingan. Tentunya, raian poin itu masih berada pada zona batas degradasi, yakni dua terbawa di bawah group VI.
Pelatih Persekap Danurwindo mengaku meski gagal meraih poin penuh di kandang sendiri, namun kubu Persekap menyatakan justru anak asuhnya bermain dalam kondisi yang baik. Hanya saja, kelemahan terdapat pada finishing pertandingan. “Skema permainan secara keseluruhan sudah bagus. Kelemahannya terdapat pada penyelesaian yang terbuang sia-sia karena finishing-nya,” ujar Danurwindo.
Secara keseluruhan perfoma punggawa The Lasser yang diarsiteki Danurwindo berulang kali melancarkan serangan hingga ke jantung pertahanan lawan. Hanya saja, tuan rumah yang tampil tanpa pendukungnya sendiri belum bisa membawa keunggulan lantaran lemahnya penyelesaian akhir.
Sejumlah peluang tercipta seperti di menit ke 22. Saat itu pemain bernomer punggung 10 yakni Henrique yang sudah berdiri bebas gagal menkonvensi bola crosing. Sundulan keras oleh pemain asal Brazil ini masih melambung diatas mistar gawang PSMP. Hingga, akhirnya wasit meniup peluit tanda pertandingan babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.
Dibabak kedua, tepatnya di menit ke 52 justru tim tamu unggul lebih dulu. Lewat serangan balik yang begitu cepat, striker PSMP, Wage Dwi Aryo yang berdiri dalam posisi bebas berhasil membuahkan gol.
Mengetahui tertinggal atas tamunya, serangan punggawa Persekap makin menjadi hingga ke jantung pertahanan lawan. Alhasil, selang beberapa menit, Ngon Ajam, stiker asing yang baru direktrut Persekap berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan. Pertandingan terus berjalan menarik, namun tidak ada lagi gol tercipta hingga di sisa akhir laga.
Sementara itu, pelatih PSMP Mojokerto Inyong Lolombuban menyambut baik hasil itu. “Meski diserang terus, kami bisa mencari celah. Kuncinya pada kesabaran dalam bermain,” papar Inyong Lolombuban.
Tanpa Kehadiran Penonton
Ditahan imbang atas tamunya Mojokerto Putra (PSMP) dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 group VI memang terasa berat bagi tim besutan Danurwindo. Asisten manager Persekap Suhaimi mengaku tanpa kehadiran penonton, tentusaja perpengaruh terhadap mental punggawa Persekap. “Sesuai dengan sangski, pertandingan tidak boleh ada penonton,” tandas Suhaimi.
Sesuai dengan sanksi yang diberikan PSSI, laga perdana putaran kedua Persekap vs PSMP tanpa kehadiran penonton. Sanksi itu diberikan lantaran ada sanksi pemukulan terhadap Wendy Umar, wasit yang memimpin pertandingan Persekap melawan Bornio FC pada 3 Mei lalu.
Terpisah, pelatih PSMP Mojokerto Inyong Lulombuban mengintruksikan kepada para pemainnya agar bermain lepas. “Saya memanfaatkan pemain semaksimal mungkin. Posisi kami telah diuntungkan, karena tuan rumah tanpa penonton. Tentu, dengan memanfaatkan situasi ini, kami bisa menahan mereka dengan hasil seri,” jelasnya. [hil]

Keterangan Foto : Pesepak bola Persekap berusaha merebut bola dari PSMP Mojokerto dalam pertandingan lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2014 di Stadion Untung Surapati Kota Pasuruan, Sabtu (31/5) sore. Dalam pertandingan itu, Persekap ditahan imbang oleh PSMP dengan kedudukan akhir 1-1. [hilmi husain/bhirawa]

Tags: