Persekutuan Gereja Berharap Peribadatan Bisa Kembali Digelar

Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim menemui perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Gedung Negara Grahadi, Senin (13/7).

Pemprov, Bhirawa
Aktivitas peribadatan di gereja-gereja segera dapat beroperasi kembali. Hal ini setelah dilakukannya pertemuan antara Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (13/7).
Pembukaan kembali aktivitas di gereja-gereja tersebut dilakukan dengan sejumlah ketentuan, di antaranya ialah kewajiban menerapkan protokol kesehatan, physical distancing dan pembatasan bagi anak usia kurang dari 10 tahun serta orangtua di atas 60 tahun.
Salah satu perwakilan Gereja yang hadir, Pdt Samuel Natar mengatakan, pertemuan ini seiring dengan adanya surat edara Menteri Agama yang memperbolehkan kembali beroperasinya rumah ibadah. Sejauh ini, sebagian gereja memang sudah ada yang beroperasi, namun sebagian besar masih menutup aktivitas peribadatan.
“Hampir semua gereja belum buka. Makanya kita audensi dengan pemerintah supaya bisa diberikan kesempatan. Karena setahu saya tempat ibadah yang lain sudah mulai dibuka. Paling tidak gereja juga diberikan kesempatan memulai kegiatannya,” tutur Pdt Samual Natar usai mengikuti audensi bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim.
Dari pertemuan itu, pihaknya bersyukur, pemerintah telah mengizinkan bahkan akan mendukung fasilitas berupa sarana protokol kesehatan. Mulai dari hand sanitizer, cairan disinfektan, Alat Pelindung Diri (APD), hazmat dan sembako. “Setelah ini kita akan bertemu dengan masing-nasing pengurus agar menyiapkan protokol kesehatan di masing-masing gereja,” tutur dia.
Lebih lanjut Samuel mengatakan, bagi wilayah-wialayah yang tingkat penularan Covid-19 tinggi, maka pengetatan protokol kesehatan wajib dilakukan. Sementara pembatasan bagi orang tua dan anak-anak, dikatakannya akan tetap difasilitasi peribadatannya secara virtual. Mereka bisa mendapat kiriman video dan melakukan ibadah dari rumah.
“Sebenarnya untuk orang tua dengan usia 60 tahun jika mereka sehat-sehat dan sering berolahraga tidak masalah ke gereja. Tetapi untuk anak-anak seperti kebijakan di sekolah, sementara dimohon untuk tidak ke gereja dulu,” kata Samuel.
Sementara itu, Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono menuturkan, pihaknya telah diberikan perintah Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan bantuan thermal gun, hand sanitizer, seribu masker, sprayer, cairan disinfektan dan APD lengkap. Hal itu agar gereja bisa melakukan penyemprotan secara mandiri sebelum dan sesudah peribadatan.
Gereja juga diberikan tempat cuci tangan dan sembako untuk para pengurusnya. “Sebetulnya sudah ada yang beroperasi tapi harus menerapkan protokol kesehatan. Tapi memang ada yang sudah buka dan belum,” pungkas Suban. [tam]

Tags: