Persi Jatim Perketat Izin Tenaga Medis Asing

Dokter AsingSurabaya, Bhirawa
Seleksi lebih ketat akan dilakukan terhadap  dokter umum asal luar negeri yang ingin menjadi tenaga medis di Jatim. Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 akan membawa dampak bagi rumah sakit di Jatim.
”Kita akan mendapatkan dampak  positif jika rumah sakit (Tenaga kesehatan, red) dapat bersaing dengan rumah sakit di luar negeri,” ujar Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim sekaligus Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, dr Dodo Anondo MPH.
Untuk mengatur agar tenaga kesehatan tidak tergerus dengan tenaga kesehatan asing, ?Persi Jatim menerapkan beberapa kualifikasi dan persyaratan bagi tenaga medis yang bekerja di Jatim. Persyaratan itu antaranya harus lolos syarat kualifikasi termasuk salah satunya mempunyai izin profesi, pemahaman akan kultur budaya di Jatim maupun mengerti penggunaan bahasa Indonesia.
Di samping verifikasi ulang kompetensi tenaga kesehatan asing, baik itu dilihat dari dokumen akademik, surat tanda registrasi negara asal serta pengalaman kerja.? ?”Kami tidak bisa menolak masuknya dokter asing dan harus bisa bersaing. Saat ini, tenaga medis seperti halnya dokter umum di Jatim sangat banyak. Tenaga medis asing yang ikut mencari peruntungan dengan bekerja di dalam negeri, maka harus sesuai persyaratan dan aturan berlaku. Kami juga dilindungi Perda tentang Tenaga Kesehatan di Jatim,” ungkapnya,
Sementara itu, Kepala Dinkes Jatim dr Harsono mengaku, persaingan dalam MEA nanti sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Menurutnya, MEA akan membuka peluang besar bagi rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk dapat bersaingan secara sehat.
”Kita (Rumah sakit, red) diharapkan dapat mengambil peluang dalam persaingan nanti sehingga kualitas layanan perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Sebagai pengambil kebijkan pemerintah daerah (Pemprov) Jatim akan memberlakukan Perda tentang tenaga kesehatan. Perda ini yang nantinya akan mejadi acuan bagi tenaga kesehatan asing dan lokal yang ingin bersaing di MEA tahun depan. ”Kita berharap Perda ini akan menjembatani antara tenaga keshatan lokal dengan tenaga kesehatan asing ,” harapnya.
Untuk diketahui, Perda tentang Tenaga Kesehatan telah disahkan DPRD Jatim dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Jatim, terutama menghadapi era pasar bebas Asean 2015.
Peningkatan kualitas itu sangatlah mendesak, karena pada 2015 telah memasuki era Asean Free Trade Area atau AFTA. Era ini akan memunculkan ledakan jumlah tenaga kesehatan asing serta persaingan dari negara tetangga Asean yang bekerja di Indonesia. Namun, di sisi lain, ini juga adalah peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk masuk ke negara Asean lain. [dna]

Table
Dokter Asing Harus
Mempunyai izin profesi
Paham  akan kultur budaya di Jatim
Mengerti penggunaan bahasa Indonesia

Tags: