Persiapan UTBK Panitia ITS Divaksin Covid-19

Salah satu panitia UTBK ITS saat divaksinasi.

Surabaya, Bhirawa
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk menjadi Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya harus melakukan vaksinasi terhadap para panitia di Puskesmas Keputih beberapa waktu yang lalu. Langkah ini merupakan persiapan panitia dalam melaksanakan UTBK di tengah pandemi Covid 19.
Menurut Koordinator Tim ITS Siap Vaksin, Herdayanto Sulistyo Putro, sehubungan dengan akan diadakannya UTBK di ITS, maka panitia yang akan bertugas diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi lebih dulu.
“Karena mereka akan bertemu dengan banyak orang dari luar daerah yang tidak bisa kita ketahui terjangkit Covid 19 atau tidak, maka kami memutuskan untuk memberikan vaksinasi kepada mereka,” terang dosen yang biasa disapa Danang ini.
Diakui Danang, pada tahap persiapan ini terbilang cukup rumit. Sebab, Tim ITS Siap Vaksin terlebih dulu melakukan pendataan terhadap keseluruhan panitia. Tim harus memilah beberapa orang yang tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan vaksin sesuai dengan aturan pemerintah.
“Kendala lainnya yang harus dihadapi adalah beberapa dari mereka tidak bisa datang untuk memberikan data, sehingga harus diganti dengan orang lain untuk memenuhi kuota,” terang dia.
ITS sendiri akan melakukan vaksinasi untuk 100 orang panitia yang dibagi dalam dua hari pelaksanaan. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dua hari vaksinasi dilaksanakan di Puskesmas Keputih dengan tenaga medis yang telah disiapkan pihak Puskesmas.
“Tenaga medis telah disediakan mereka (Puskesmas, red), bukan dari ITS,” terang dosen dari Departemen Kimia ITS ini.
Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib, peserta vaksinasi yang datang langsung diarahkan untuk menyerahkan data diri. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dan dilanjutkan ke tahap vaksinasi.
Usai divaksin, calon panitia ini tidak diperkenankan pulang lebih dulu, mereka harus menunggu sekitar 30 menit untuk memastikan tidak ada efek yang ditimbulkan setelah vaksinasi.
Dosen yang juga aktif di ITS Smart Eco Campus ini menjelaskan, hampir tidak ada kendala yang berarti saat tahap pelaksanaan. Namun, karena bersamaan dengan vaksinasi yang dilakukan oleh pihak lain, Tim ITS sedikit kewalahan untuk mengawasi satu persatu peserta yang merupakan panitia UTBK.
“Banyaknya orang membuat kami sedikit kewalahan, pihak Puskesmas yang tahu pastinya, mereka berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.
Danang menambahkan, peserta vaksinasi sangat antusias dan sangat senang dengan adanya vaksinasi ini. Tetapi di luar itu, ia juga berharap agar panitia UTBK tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) setelah divaksinasi.
“Prokes harus tetap dilakukan, ada ataupun tidak vaksinasi, karena itu sebagai usaha untuk melindungi diri kita dan orang lain dari virus yang sekarang mewabah,” jelasnya.
Lulusan S1 Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memastikan proses vaksinasi untuk civitas akademika akan terus diupayakan agar kehidupan kampus kembali berjalan normal. ITS akan terus mengupayakan vaksinasi, secepatnya semua sivitas akademika tidak terkecuali akan mendapatkan vaksin agar semuanya berjalan normal lagi. [ina]

Tags: