Persida Kesulitan Keuangan Ikuti Divisi Utama 2015

PersidaSidoarjo, Bhirawa
Memasuki Kompetisi Divisi Utama 2015, kondisi keuangan tim Persida (Persatuan Sepakbola Indonesia Sidoarjo) hingga saat ini belum ada titik kejelasan.  Padahal biasa yang dikeluarkan untuk kompetisi tahun 2014 sudah mencapai Rp 2,8 milyar.
hal tersebut disampiakan jajaran Manajemen Persida saat mengeluh ke Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo kemarin. Mereka meminta Legislatif dan Eksekutif di Sidoarjo agar mau peduli dengan nasib tim berjuluk Laskar Jenggolo ini.
Kedatangan manateman Persida yang dipimpin oleh Direktur PT Persida Bumi Jenggolo M. Mahfud dan didampingi oleh Ketua KONI Sidoarjo Moch Rochani ditemui langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan dan Ketua komisi D Usman.
Direktur PT Persida Bumi Jenggolo M. Mahfud dihadapan Ketua dan anggota dewan mengatakan, kalau pada musim Kompetisi Divisi Utama 2014, seluruh biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 2,8 milyar, dan itu ditanggung sendiri oleh manajemen Persida. Yakani Komisaris PT Persida Bumi Jenggolo Ahmad Riyad dan manajemen lainnya yang menanggung semua pengeluaran.
Menurut M. Mahfud, anggaran tersebut diantaranya untuk pembelian sejumlah pemain dan akomodasi tim. Kami saat ini masih nunggak gaji para pemain untuk satu bulan sekitar Rp 214 juta dan belum membayar sewa lapangan untuk satu pertandingan senilai Rp 6 juta.
Ia juga mengetahui kalau dalam aturan Pemkab Sidoarjo tidak boleh ikut campur untuk mendanai tim professional seperti Persida. Namun demikian, Pemkab Sidoarjo juga bisa membantu lewat cara lain. Sehingga kebutuhan anggaran tim Persida pada musim kompetisi 2015 bisa teratasi. “Kami hanya ingin kepedulian dari Pemkab Sidoarjo terhadap tim asli Sidoarjo ini,” jelas Mahfud.
Pemkab bisa membantu dengan berbagai cara, misalnya dengan keringanan retribusi penyewaan lapangan untuk bertanding maupun latihan. Selain itu, Pemkab juga bisa membantu lewat koordinasi dengan ribuan perusahaan di Sidoarjo agar ikut serta membantu Persida. “Jumlah perusahaan di Sidoarjo cukup banyak sekali, tetapi pada tahun lalu hanya beberapa perusahaan saja yang membantu,” ujarnya.
Menurutnya, musim kompetisi 2015 Persida membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5-Rp 2 milyar. Dana tersebut untuk gaji pemain dan biaya akomodasi saat tandang di Jawa maupun luar pulau Jawa. Saat ini manajemen belum terbentuk dan kami harap ada yang mau peduli terhadap Persida ini. Karena kompetisinya akan dimulai pada bulan April nanti, dan harus segera dipersiapkan.
Makanya, jika anggaran dan manajemen belum terbentuk, persiapan pemain jelas mepet. Persida juga terancam terdegradasi jika tidak sanggup mengikuti divisi utama. Kasihan kepada para pemain harus terbayang-bayang degradasi. “Sebenarnya kami hanya minta kepedulian, jangan sampai tim ini tidak ikut kompetis,” ucapnya.
Sementara Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan mengatakan, masih akan mengkaji opsi-opsi yang ditawarkan dari Persida agar Pemkab Sidoarjo bisa turut membantu. Termasuk mencari masukan dari tim lain yang sudah berkembang dengan turun tangannya pemerintah daerah setempat. “Kita siap membantu tapi harus tahu caranya biar tidak melanggar aturan,” katanya.
Begitu juga Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Usman menambahkan, akan mencari solusi terbaik terkait nasib Persida. Ia juga meminta kepada manajemen Persida untuk bertemu dengan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah agar ada tindakan yang nyata nanti dari Pemkab Sidoarjo. “Bupati biar mendorong beberapa perusahaan mau membantu Persida dengan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). [ach]

Tags: