Persoalan Meningkatnya Sampah di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan menjadi momen spesial ketika para umat muslim berpuasa selama satu bulan penuh, menahan hawa nafsu dari makan, minum, hingga emosi. Sayangnya, momen penuh suka cita ini terkadang memiliki sisi lain, salah satunya menghasilkan lebih banyak sampah dibanding hari biasa. Nyatanya memang peningkatan sampah meningkat di beberapa wilayah tanah air hingga 500 ton pada saat bulan puasa, baik itu sampah sisa makanan ataupun sampah plastik sisa kemasan dan hampers lebaran .

Logis jika persoalan peningkatan volume sampah ini pun menyita perhatian publik. Dan, seolah persoalan untuk menangani peningkatan volume sampah di bulan ramadan ini kurang mendapat perhatian dan solusi dari pemerintah, karena kejadian itu selalu berulang tiap tahunnya. Peningkatan volume sampah di bulan ramadan biasanya disebabkan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, banyak masyarakat berjualan makanan masak untuk buka maupun sahur, yang menghasilkan sisa makanan.

Merujuk sebuah lembaga internasional, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia. Bahkan, tahun lalu Pusat Makanan dan Nutrisi Barilla mencatat Indonesia membuang sampah makanan terbesar kedua dengan jumlah mencapai 300 kilogram per orang per tahun. Begitupun, dengan data yang dimuat oleh The Economist Intelligence mencatat Arab Saudi di posisi pertama dengan jumlah sampah makanan mencapai 247 kilogram per orang per tahun, dan Amerika Serikat di posisi ketiga dengan jumlah 277 kilogram, (Kompas, 11/4/2022).

Data pembuangan sampah tersebut, tentu sangat mengkhawatirkan, karena di luar bulan Ramadan saja, Indonesia sudah menjadi salah satu pembuang makanan terbesar di dunia, terlebih di bulan puasa. Jika terperhatikan Indonesia saat ini belum terlalu banyak peduli soal ini, khususnya di bulan Ramadan yang hanya terfokus pada pembersihan sampah di jalanan. Oleh sebab itu, kita berharap pemerintah bisa mengelola sampah dengan lebih baik, karena sebenarnya ada potensi sebagai kompos atau pakan ternak dari meningkatnya volume sampah di bulan ramadan ini.

Muhammad Yusuf
Dosen PPKn Univ. Muhammadiyah Malang.

Tags: