Pertahankan Lumbung Padi di Kabupaten Malang, Tanam Bibit Padi Hibrida

Lahan persawahan di wilayah Kab Malang cocok untuk tanaman padi hibrida. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Kabupaten Malang bagian dari salah satu di daerah di Jawa Timur (Jatim) yang mana sebagai lumbung padi. Sehingga untuk mempertahankannya itu, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan lebih meningkatkan produksi padi. Karena selama ini satu hektare lahan persawahan per hektare menghasilkan padi seberat 7-8 ton, sehingga akan ditingkatkan lebih dari berat sebelumnya.

Hal ini yang disampaikan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar, Senin (26/7), kepada wartawan. Dikatakan, salah satu untuk menningkatkan produksi padi di Kabupaten Malang, yakni mengembangkan hasil produksi padi dengan menggunakan bibit hibrida. Sebab, jika menggunakan bibit lokal, satu hektare hanya mampu menghasilkan produksi padi 7-8 ton satu kali panen.

“Namun, jika bibit padi menggunakan hibrida, maka akan menghasilkan produksi padi seberat 15 ton per hekatare. Sehingga untuk bisa mempertahankan Kabupaten Malang sebagai lumbung padi di Jatim, tentunya harus meningkatkan hasil produksi padi,” ujarnya.

Menurut Budiar, dengan menanam padi dengan mengggunakan bibit padi hibrida, yang jelas akan membawa manfaat dan bisa dirasakan para petani di Kabupaten Malang. Sehingga dalam setiap panen nanti, hasil panen padi jumlah produksi akan semakin meningkat, yag hal ini akan berdampak pada kesejahteraan petani. Karena dengan produksi padi meningkat, penghasilan mereka setiap panen terus bertambah baik.

“Bibit padi jenis hibrida juga sangat cocok ditanam di area lahan persawahan wilayah Kabupaten Malang. Dan bahkan sudah ada beberapa petani yang sukses dalam mengembangkan tanaman padi dengan bibit hibrida, yang salah satunya di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang,” terangnya.

Bahkan, kata Budiar, Desa Kanigoro dalam beberapa bupan lalu juga dikunjungi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, dan beliau juga secara simbolis melakukan panen padi jenis hibrida. Sehingga dengan akan kita kembangkan tanaman padi jenis hibrida, maka nantinya sangat membantu petani untuk meningkatkan produksi padinya. Karena semakin meningkatkan produksi padi di Kabupaten Malang ini, maka kabupaten ini akan tetap mempertahankan sebagai lumbung padi di Jatim.

Dia mengaku, jika bibit hibrida masih diperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat, sehingga banyak tidaknya bibit hibrida yang diberikan Kabupaten Malang tergantung pada pemerintah. “Kami berharap, agar Pemerintah Pusat bisa lebih memberikan bantuan bibit hibrida, agar petani akan lebih meningkatkan produksi padinya. Dan dengan semakin hasil produski padi meningkat, maka hal ini Kabupaten Malang akan lebih besar dalam memberikan kontrubusi suplai kebutuhan pangan nasional,” pungkas Budiar. [cyn] 

Tags: