Pertama Kali, Pemprov Angkat Plt dari Widyaiswara

Jonathan Judianto

Pemprov, Bhirawa
Untuk pertama kalinya Pemprov Jatim mengangkat pelaksana tugas (Plt) dari unsur pejabat fungsional widyaiswara (WI) ahli utama. Jonathan Judianto yang saat ini berstatus sebagai WI ditunjuk sebagai Plt Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Namun demikian, setelah dilantik WI, status Jonathan Judianto sebagai ASN berubah menjadi fungsional ahli utama. Saat dikonfirmasi, Jonathan membenarkan dirinya telah mendapat SK Plt Kepala Bakesbangpol tertanggal 18 Februari lalu. “Sudah-sudah turun SK-nya tanggal 18,” ujar Jonathan kemudian mengakhiri pembicaraan karena akan melakukan rapat, Senin (22/2) kemarin.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis mengatakan, usulan penunjukan Jonathan sebagai Plt Kepala Bakesbangpol Jatim sudah disetujui. Salah satu pertimbangannya ialah Jonathan sebagai bagian dari Gugus Tugas Covid-19. Sehingga, pihaknya kembali ditunjuk sebagai Plt Kepala Bakesbangpol Jatim hingga diisi kepala OPD yang definitif.
“Beliau itu kan anggota gugus tugas yang terus mobile. Nah, di tengah-tengah upaya menangani Covid-19 ini menurut ibu gubernur tenaganya masih dibutuhkan,” tutur mantan Kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim tersebut.
Di samping itu, jelas Nurkholis, penunjukan Plt kepala OPD dari unsur WI juga tidak melanggar aturan. Hal itu diatur di dalam SE BKN nomor 2 tahun 2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian. Dalam edaran tersebut dijelaskan, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) madya atau jabatan fungsional (JF) jenjang ahli utama dapat mengisi JPT utama sepanjang memenuhi persyaratan.JPT pratama atau JF jenjang ahli utama dapat mengisi JPT madyasepanjang memenuhi persyaratan.
Dan administrator atau JF jenjang ahli madya dapat mengisi JPT pratamasepanjang memenuhi persyaratan. “Yang terpenting adalah aturannya itu membolehkan. Dan kita memang masih membutuhkan tenaga Pak Jonathan,” pungkas Nurkholis.
Sebelumnya, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan, Jonathan bisa tetap memimpin Bakesbang sebagai Plt karena WI yang merupakan pejabat fungsional utama diperbolehkan diusulkan menjadi Plt sampai dengan level jabatan tinggi madya.
“Itu diperbolehkan, sesuai SK Plt dari ibu gubernur,” ungkap Heru yang akrab disapa Pak Carik tersebut. Menjadi Plt, lanjut Heru, batas waktunya adalah sampai dengan diisi pejabat baru yang definitif. [tam]

Tags: