Pertemukan Investor dengan Pimpinan Daerah di Madura

Kepala Bakorwil Pamekasan Dr Alwi MHum

Surabaya, Bhirawa
Upaya Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Pamekasan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura terus dilakukan. Kamis (21/11) hari ini, dalam rapat silaturahmi pimpinan Daerah dan kerja sama antar daerah, Bakorwil Pamekasan mengundang investor untuk paparan di hadapan pimpinan daerah empat daerah di Madura yaitu Pemkab Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan.
“Kami undang investor dan kami persilakan bicara langsung di hadapan pimpinan daerah tentang apa yang diminati di masing-masing daerah,” jelas Kepala Bakorwil Pamekasan Dr Alwi MHum kepada Bhirawa Rabu (20/11) kemarin.
Menurut Alwi, mempertemukan investor dengan para pengambil keputusan, harapannya bisa segera dikonkretkan tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan investor, sementara di sisi lain para pimpinan daerah segera bisa meresponnya.
“Kita harus gerak cepat untuk memangkas kesenjangan pertumbuhan ekonomi Madura dengan daerah yang lain,” jelas Alwi.
Investor yang akan dihadirkan tersebut adalah investor yang bergerak di beberapa bidang strategis seperti bidang perikanan dan peternakan, bidang perkebunan kelapa, pengolahan garam dan pariwisata.
“Kami undang juga dinas teknis provinsi agar bisa memberi gambaran tentang potensi sekaligus layanan yang perlu dipersiapkan teman-teman di Kabupaten di Madura,” jelas Alwi lagi.
Menurut Alwi, percepatan pembangunan di Madura juga menjadi perhatian serius Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
“Ibu Gubernur memiliki perhatian besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan warga Madura,” jelas Alwi lagi. Beberapa kebijakan yang diambil Gubernur dalam mengakselerasikan pembangunan di Madura misalnya menarik beberapa perizinan di Bakorwil melalui East Java Super Corridor (EJSC) agar mempercepat proses investasi di daerah.
Menurut Alwi, keberadaan EJSC merupakan komitmen pemerintah Provinsi Jatim dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui lima Bakorwil yang ada di Jatim. Ada 13 sektor yang ditangani dalam EJSC, yang terkait Perizinan, Pemberdayaan ekonomi masyarakat, Investasi dan Millenial Job Centre (MJC).
“Melalui EJSC, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Gedung EJSC yang nantinya dibangun di Bakorwil, diharapkan menjadi pusat kegiatan dan aktivitas masyarkat dari berbagai kalangan yang membutuhkan layanan Pemprov Jatim. Fasilitas yang disediakan, co working space, ruang pelatihan, ruang rapat, commad centre dan wifi corner,” jelas Alwi
Pakar infrastruktur dan transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Dr Machsus Fawzy,ST MT mengatakan butuh kerja keras untuk mendorong pembangunan ekonomi di Madura. Apalagi infrastruktur transportasi sudah tersedia yakni dengan telah beroperasinya jembatan Surabaya madura. Namun demikian, keberadaan jembatan Madura menurut Machsus tidak secara masif diikuti dengan dukungan infastruktur jalan yang memadai untuk menghubungkan antar daerah di Madura.
“Para kepala daerah di Madura harus terus berkomunikasi dan bersinergi agar bisa nyambung antar daerah satu dengan yang lain,” jelas dosen kelahiran Bangkalan ini. Sebab kalau masing-masing daerah masih jalan sendiri-sendiri maka pembangunan antar daerah tidak akan nyambung. Dalam kondisi seperti itu, maka keberadaan Bakorwil menjadi penting untuk memfasilitasi komunikasi antar daerah di Madura. Menurut Machsus, hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah penyiapan SDM dengan memberi bekal pendidikan vokasi sesuai dengan kebutuhan dalam pengembangan sumber daya di Madura. [why]

Tags: