Pertumbuhan Ekonomi di Kota Malang Masih Positif

Wali Kota Malang H. Sutiaji bersama dengan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Kepala BI Malang Azka Subhan Aminurrido dan Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, saat melakukan rakor percepatan ekonomi Kota Malang Senin 27/7 kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Pertumbuhan ekonomi menjadi hal yang paling dipantau, disaat pandemi Covid berlangsung. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang diprediksi masih akan tumbuh positif.

Azka Subhan Aminurrido, Kepala Bank Indonesia(BI) Malang, kepada wartawan Senin 27/7 kemarin, menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kota Malang hingga akhir 2020 diprediksi berada di angka tiga persen. Angka itu dinilai masih dalam ambang positif.

Biasanya, lanjut Azka pertumbuhan ekonomi Kota Malang 5,7 persen. Prediksi tahun ini mungkin tiga persen. Jadi, masih tetap positif. ” BPS pasti akan menghitung sampai akhir tahun,”tukas Subhan.

Azka menyampaikan, hampir seluruh sektor ekonomi, baik secara nasional maupun lokal, terdampak oleh situasi ini. Sehingga upaya pemulihan harus terus dilakukan secara masiv.

Pihaknya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Malang pada dasarnya masih susah diprediksi. Sebab, masa akhir pandemi covid-19 masih belum diketahui dengan pasti.

Azka menjelaskan, jasa pariwisata dan akomodasi serta kuliner termasuk yang paling terdampak. Hal itu dikarenakan jumlah wisatawan semakin mengalami penurunan. Bahkan semoat stagnab. Namun saat ini sudah kembali bergeliat.

Karena itu, dia optimistis sektor pariwisata dan kuliner akan kembali mendongkrak perekonomian Kota Malang. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi kembali tumbuh pada triwulan keempat 2020.

Permintaan di triwulan pertama itu kurvanya 2,9 persen secara nasional. Bulan berikutnya turun atau negatif. Dan harapannya triwulan keempat nanti sudah mulai pulih. Tapi masih belum bisa dipastikan juga.

Lebih jauh Azka menyampaikan, daya beli masyarakat selama pandemi covid-19 ini juga mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya maupun periode bulan sebelumnya. Salah satunya terlihat dari angka inflasi yang relatif rendah.

“Mau menaikkan harga pun pasti susah karena daya beli masyarakat juga berkurang,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan BPS Kota Malang pada Juni 2020, inflasi Kota Malang tahun kalender Januari hingga Juni 2020 sebesar 0,44 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun, yaitu Juni 2020 terhadap Juni 2019, adalah sebesar 1,31 persen.

Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,11 persen. Kemudian pakaian dan alas kaki sebesar 1,04 persen, penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,90 persen, serta transportasi sebesar 0,89 persen.

Selanjutnya adalah sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen. Urutan berikutnya adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Sedangkan sektor pendidikan 0,00 persen dan sektor rekreasi, olahraga, dan budaya -0,04 persen. Kemudian sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,27 persen. Lalu sektor perpelengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,33 persen serta kesehatan sebesar -0,91 persen.

Karena itu, untuk kembali memaksimalkan angka pertumbuhan perekonomian, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal bentuk satgas recovery ekonomi Kota Malang.

Azka menyampaikan penbentukan satgas recovery ekonomi sebagai salah satu upaya untuk kembali memperluas sektor perekonomian khususnya di Kota Malang.

Nantinya, yang terlibat di dalamnya merupakan seluruh pelaku ekonomi di Kota Malang. “Satgas itu nanti mintanya dari BI ada, OJK juga ada dan yang lainnya. Istilahnya kalau kita menyebut itu pentahelix,” paparnya.

Berkaitan dengan sektor mana saja yang akan disasar, menurut Azka, di Kota Malang banyak bidang jasa. Sektor pariwisata salah satu yang bakal menjadi bidikan itu.

“Kota Malang karena kotanya banyak jasa, seperti jasa pariwisata, itu salah satunya. Lainnya, bisa ke perhotelan, travel yang memang itu kena dampak cukup luas,” pungkasnya.

Wali Kota Malang Sutiaji usai menggelar rapar koordinasi (rakor) dengan seluruh perbankan di Kota Malang.

“Dengan perbankan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Malang, usaha mikro kecil menengah(UMKM). Kami akan membentuk satgas recovery ekonomi,” ujarnya.

Pembentukan satgas ini sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian di Kota Malang. Apalagi, semenjak kemunculan covid-19 pada Maret 2020 lalu, hingga saat ini kondisi perekonomian masih dinilai belum stabil.

“Bagaimana nanti (satgas recovery ekonomi) ini untuk pemulihan perekonomian kita. Sekarang ya mesti belum stabil,” imbuhnya.

Meski belum ditentukan, Sutiaji menyebut pembentukan satgas recovery ekonomi itu bakal segera dilakukan. Dengan begitu, nanti akan ada pemetaan sektor mana saja yang siap mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

Apalagi saat ini target pertumbuban ekonomi nasional ditargetkan mampu mencapai angka 1 hingga 2 persen.

Pihaknya akan melihat restrukturisasinya, sektor-sektor mana yang harus dibangkitkan. Nanti itu setelah ada satuan tugas. Dia masih memerlukan analis. Habis ini dibentuk dalam waktu dekat (satgas recovery ekonomi). [mut]

Tags: