Perubahan APBD 2021 Fokus Percepatan Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi

Susana Rapat Paripurna secara virtula dengan aenda Penandatanganan Persetujuan Bersama KUPA PPASP 2021, Sabtu (25/9).

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus fokus pada percepatan belanja dan penajaman program kegiatan yang cepat dan tepat. Hal ini sebagai upaya pemulihan ekonomi Kota Batu yang sangat beragantung pada sektor pariwisata.

Untuk itu Pemkot menjadikan acuan ini dalam Ranperda Perubahan APBD 2021 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar akhir pekan lalu.

Wakil Wali Kota Batu, Ir H Punjul Santoso MM mengatakan bahwa motor perekonomian Kota Batu adalah sektor pariwisata yang sangat bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan. Dan kondisi pandemi covid-19 di Kota Batu secara bertahap mampu ditekan dan sudah melandai dengan masuk katagori level 1.

“Dan untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi maka kita akan terus berupaya untuk mendorong dengan penetapan prioritas dan penajaman program dan kegiatan pembangunan,”ujar Punjul saat dikonfirmasi, Minggu (26/9).

Dengan tolok ukur yang jelas, diharapkan kebijakan yang dipilih pemkot bisa memberikan dampak positif, baik langsung ataupun tidak langsung untuk kemaslahatan masyarakat Kota Wisata Batu.

Untuk itu pula maka Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-PAPBD) Kota Batu Tahun 2021 ditargetkan bisa diselesaikan tepat waktu.

Ada beberapa kondisi yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan perubahan anggaran. Yaitu, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2021 sampai dengan triwulan 2, sehubungan dengan tingkat capaian kinerja yang tidak optimal akibat pandemi Covid-19.

“Kemudian adanya kegiatan baru yang harus ditampung dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi,” jelas Punjul. Ia memastikan bahwa substansi PAPBD 2021 tetap berpedoman pada Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) Tahun 2021 sebagaimana pedoman ketentuan yang berlaku. Hal ini sebagai upaya penguatan dan penajaman terhadap kebijakan pembangunan.

Dalam belanja daerah, ada kebijakan perubahan dimana belanja daerah diproyeksikan berubah menjadi Rp 1.162.206.689.416,06 atau naik sebesar Rp74.844.703.369,06. Adapun prioritas alokasi kenaikan belanja dimaksud adalah untuk memenuhi kebutuhan belanja yang sifatnya wajib dan kebutuhan operasional serta pemenuhan kewajiban daerah termasuk program prioritas daerah.

Dalam Ranperda PAPBD 2021 ini, belanja daerah mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen. Adapun rinciannya, belanja operasi naik sebesar 8,4 persen, dan belanja modal sebesar 7,2 persen. Sedangkan belanja tidak terduga mengalami penyesuaian sebesar 14 persen.

Diketahui, DPRD Kota Batu telah menggelar rapat paripurna dengan agenda persetujuan bersama KUPA PPAS tahun anggaran 2021, Sabtu (25/9). Rapat paripurna ini diikuti secara virtual oleh Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu dari Rupatama Balai Kota Batu.

Dalam paripurna tersebut, DPRD melalui jubirnya menekankan tentang pentingnya penanganan Covid-19. Selain itu, setiap kegiatan harus ada pemberitahuan kepada DPRD dan koordinasi anggaran terlebih dahulu dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Sementara, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dalam sambutannya menjelaskan tentang latar belakang dilakukannya perubahan pendapatan daerah, perubahan pembelanjaan daerah, serta perubahan kebijakan pembiayaan.

“Semoga perubahan yang direncanakan ini dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujar Dewanti. [nas]

Tags: